Rabu, 02 April 2014
Reporter: Folmer
Editor: Agustian Anas
2665
(Foto: doc)
Masih maraknya keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di halte bus, jembatan penyeberangan orang, dan trotoar (JPO) di ibu kota diduga karena ada yang membekingi. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, menuding keberadaan PKL tersebut dibekingi oleh sekelompok orang yang anggotanya memiliki ciri-ciri bertato dan berbadan besar. Para pedagang setiap hari dipalak uang sebagai kompensasi pengamanan.
"Yang pasti di Jakarta semuanya bayar, kencing saja bayar. Jadi, kalau kamu punya tato sedikit, ditambah badan gede, kamu akan kaya. Tiga jam bisa dapat Rp 100.000, tinggal prit prit prit... bilang maju maju... mundur mundur...," kata Basuki, di Balaikota, Rabu (2/4).
Karena itu, kata Basuki, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar penertiban PKL mulai dari halte, jembatan penyeberangan orang dan trotoar yang berada di sejumlah ruas jalan utama. "Kita akan merelokasi pedagang yang terkena penertiban," ujarnya.
Namun, Basuki mengancam, akan bertindak tegas terhadap para pedagang yang telah direlokasi, namun kembali lagi ke jalan. "Kalau mereka masih kembali lagi ke jalan, kita akan usir sekalian dan kita tidak akan mau siapin tempat lagi. Tidak ada kewajiban kita menyediakan tempat bagi mereka yang melanggar peraturan," tegasnya.
Pembenahan halte dan trotoar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbaiki sarana dan prasarana angkutan umum. Selain itu, upaya-upaya lain yang tengah dilakukan adalah dengan merenovasi terminal dan memperbanyak jumlah bus kota, baik transjakarta maupun bus-bus sedang.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan
Senin, 04 Mei 2026
884
Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL
Senin, 04 Mei 2026
805
Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026
Jumat, 01 Mei 2026
1181
Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga