Tekad Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat yang menargetkan bisa meraih Piala Adipura tahun ini, ternyata tidak sebanding dengan kondisi lingkungan di lapangan. Pasalnya, di beberapa titik lingkungan masih terlihat kotor dengan tumpukan sampah seperti yang terlihat RW 09 dan RW 10, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol.
Tumpukan sampah tersebut sudah tiga hari tidak diangkat, sehingga mengeluarkan bau menyengat dan menganggu aktivitas warga di kawasan tersebut.
Rizal (33) petugas kebersihan setempat mengatakan, tumpukan sampah belum diangkut, karena ada perubahan pada rute truk sampah sehingga mempengaruhi jadwal pengangkutan. "Tadinya truk langsung ke TPA Bantar Gebang. Tapi beberapa bulan ini truk diarahkan ke TPA Sunter. Ini sudah 3 hari sampah belum diangkut, mungkin karena jumlah truk pengangkut sampah terbatas," kata Rizal, Selasa (1/4).
Selain itu, Rizal juga mengeluhkan tidak adanya honor untuk para sopir truk pengangkut sampah. Selama ini biasanya sopir mendapat uang transport sebesar 50 ribu untuk sekali pengangkutan ke TPA Bantar Gebang, tetapi sekarang honor tersebut dihapus. "Mungkin karena honor sopir dihapus jadinya agak terlambat jadwalnya," ujar Rizal.
Sementara itu, Lurah Tomang, Lilik Istinah mengatakan, pihaknya telah menjadwalkan pengangkutan sampah di wilayahnya setiap minggu agar tidak ada keterlambatan. Bahkan, ia dan para RT/RW mengadakan kerja bakti tiap minggu meskipun ada beberapa kendala dari pihak TPA Bantar Gebang yang sering terlambat dalam jadwal pengangkutan sampah. "Sudah kita jadwalkan tiap minggu, bahkan kita mengajak RT/RW untuk mengadakan kerja bakti untuk kebersihan," jelas Lilik.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan
Senin, 04 Mei 2026
872
Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL
Senin, 04 Mei 2026
776
Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026
Jumat, 01 Mei 2026
1150
Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga