Selasa, 01 April 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Dunih
3958
(Foto: doc)
Pasca mendeklarasikan diri sebagai calon presiden, pengawalan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bertambah dua kali lipat dari biasanya. Dengan penambahan itu, jika biasanya ia mendapat pengawalan 6 polisi, kini bertambah jadi 12 polisi yang kesemuanya merupakan personel Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.
"Kalau pengamanan kita sudah diberi dari Polda. Dulu 6 orang, sekarang ditambah lagi jadi 12. Itu memang diberi," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (1/4).
Dirinya mengaku pengamanan memang penting diberikan. Terlebih pada tahun politik seperti ini, di mana sering kali terjadi ancaman bagi para politisi peserta pemilu. Kendati demikian, hingga saat ini Jokowi tidak merasa ada ancaman berarti bagi dirinya.
"Tidak ada ancaman, ke mana-mana saya biasa saja. Tapi, saya diberi dari Polda dan dari Polri ya dipakai dong, ini kan untuk keamanan," kata alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Meski pengamanan ditambah, lanjut Jokowi, tidak ada yang berubah dari dirinya. Masyarakat tetap bisa menemui dirinya dengan bebas, baik secara langsung di Balaikota atau saat blusukan. "Untuk pengamanan saya terima saja. Tapi, apa saya berubah, saya biasa saja kok," ujarnya.
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan aparat kepolisian untuk bekerja serius menjaga keamanan selama pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014. Termasuk, memastikan para calon anggota legislatif (caleg) maupun pasangan calon presiden (capres) bebas dari ancaman dan intimidasi. Hal itu dilakukan agar caleg dan capres bisa menyampaikan visi misi dan debat dengan suasana aman dan damai.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata
Kamis, 17 September 2026
2503
17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar
Senin, 14 September 2026
1202
Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing
Senin, 14 September 2026
962
111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis
Kamis, 17 September 2026
509
Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York