Selasa, 01 April 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Dunih
3702
(Foto: doc)
Pasca mendeklarasikan diri sebagai calon presiden, pengawalan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bertambah dua kali lipat dari biasanya. Dengan penambahan itu, jika biasanya ia mendapat pengawalan 6 polisi, kini bertambah jadi 12 polisi yang kesemuanya merupakan personel Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.
"Kalau pengamanan kita sudah diberi dari Polda. Dulu 6 orang, sekarang ditambah lagi jadi 12. Itu memang diberi," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (1/4).
Dirinya mengaku pengamanan memang penting diberikan. Terlebih pada tahun politik seperti ini, di mana sering kali terjadi ancaman bagi para politisi peserta pemilu. Kendati demikian, hingga saat ini Jokowi tidak merasa ada ancaman berarti bagi dirinya.
"Tidak ada ancaman, ke mana-mana saya biasa saja. Tapi, saya diberi dari Polda dan dari Polri ya dipakai dong, ini kan untuk keamanan," kata alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Meski pengamanan ditambah, lanjut Jokowi, tidak ada yang berubah dari dirinya. Masyarakat tetap bisa menemui dirinya dengan bebas, baik secara langsung di Balaikota atau saat blusukan. "Untuk pengamanan saya terima saja. Tapi, apa saya berubah, saya biasa saja kok," ujarnya.
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan aparat kepolisian untuk bekerja serius menjaga keamanan selama pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014. Termasuk, memastikan para calon anggota legislatif (caleg) maupun pasangan calon presiden (capres) bebas dari ancaman dan intimidasi. Hal itu dilakukan agar caleg dan capres bisa menyampaikan visi misi dan debat dengan suasana aman dan damai.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3293
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
737
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
645
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital