DKI Temukan 71 Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal

Kamis, 20 Oktober 2022 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 1915

DKI Temukan 71 Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal pada Anak Usia 0-18 Tahun

(Foto: doc)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan kesehatan pasca ditemukannya kasus gagal ginjal akut atipikal pada sejumlah anak di DKI Jakarta.

71 kasus yang dilaporkan kumulatif sejak Januari 2022

Gangguan ginjal akut (Acute Kidney Injury) merupakan penurunan cepat dan tiba-tiba pada fungsi ginjal seseorang.

Pada 11 Oktober 2022 lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis data, 131 anak di Indonesia mengalami gagal ginjal akut misterius.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menindaklanjuti dengan membentuk Satuan Tugas untuk mengungkap kasus gangguan ginjal akut atipikal yang masih dicari penyebab pastinya di Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, saat ini telah ditemukan 71 kasus gangguan ginjal akut atipikal pada anak berusia 0-18 tahun di fasilitas kesehatan DKI Jakarta sejak Januari hingga 19 Oktober 2022.

Sebanyak 39 anak (55 persen) berdomisili di Jakarta, sembilan anak (12 persen) di Banten, 16 anak (23 persen) di Jawa Barat dan tujuh anak (10 persen) di luar Jadebotabek.

“71 kasus yang dilaporkan kumulatif sejak Januari 2022. Sebaran per bulannya, Januari dua kasus, Februari nol kasus, Maret satu kasus, April tiga kasus, Mei nol kasus, Juni du kasus, Juli satu kasus, Agustus 10 kasus, September 21 kasus dan Oktober 31 kasus,” ungkap Dwi, Kamis (20/10).

Karakteristik 71 kasus yang ditemukan, 85 persen mengenai balita, 56 persen meninggal dunia, 70 persen pada laki-laki. Hingga kini,  terdapat 16 kasus yang masih menjalani perawatan di rumah sakit (RS).

Dwi menyampaikan, sebelumnya Dinkes bersama IDAI Cabang DKI Jakarta, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan Kemenkes telah mulai meningkatkan kewaspadaan dan melakukan penyelidikan epidemiologi sejak Agustus 2022.

“Pengamatan kasus dilakukan tidak hanya pada kasus baru tetapi juga melihat kemungkinan telah adanya kasus gangguan ginjal akut sejak Januari 2022,” ucap Dwi.

Perlu diketahui, Kemenkes RI pada 19 Oktober 2022 mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

Surat Edaran tersebut berisi untuk tidak memberikan dan menjual obat atau vitamin apapun dalam bentuk sirup baik untuk anak dan dewasa sampai ada pengumuman resmi lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan RI atau BPOM.

Mengenai Surat Edaran tersebut, Dinkes DKI Jakarta mendukung penuh upaya investigasi yang dilakukan Kemenkes RI. Hal ini bagian dari pencegahan dan mitigasi risiko untuk mencegah penambahan kasus lebih lanjut.

“Kami mendukung penuh upaya investigasi Kemenkes RI dalam menyelidiki berbagai dugaan penyebab gangguan ginjal akut atipikal ini yang bisa juga tidak hanya disebabkan satu penyebab, tetapi beberapa penyebab lainnya,” tandas Dwi.

BERITA TERKAIT
JPS Kepemimpinan Heru Bawa Layanan Publik di Jakarta Makin Optimal

JPS: Kepemimpinan Heru Bawa Layanan Publik di Jakarta Makin Optimal

Kamis, 20 Oktober 2022 2271

Pj Gubernur Heru Kunjungi Kementerian BUMN Bahas Integrasi Transportasi Umum

Pj Gubernur Heru Kunjungi Kementerian BUMN Bahas Integrasi Transportasi Umum

Rabu, 19 Oktober 2022 1996

Pj Gubernur & Sekda DKI Tinjau Kebakaran Masjid JIC

Pj Gubernur dan Sekda DKI Cek Lokasi Kebakaran di JIC

Rabu, 19 Oktober 2022 2023

Pj Gubernur Heru Tinjau Progres Pembangunan Peningkatan Kapasitas Sungai di Pasar Baru

Pj Gubernur Heru Tinjau Progres Pembangunan Peningkatan Kapasitas Sungai di Pasar Baru

Selasa, 18 Oktober 2022 2408

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3364

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 645

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1406

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1020

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks