Musibah kebakaran masih sangat rawan terjadi di Jakarta, namun sayangnya jumlah armada di setiap wilayah belum memadai. Seperti halnya di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, yang baru memiliki 4 mobil pemadam. Padahal, seharusnya wilayah tersebut memiliki 7 mobil pemadam sesuai dengan jumlah kelurahan yang ada.
“Jumlah armada mempengaruhi dalam hal respons time penanggulangan jika terjadi kebakaran. Idealnya, satu armada mobil pemadam untuk satu Kelurahan,” ujar Bambang, Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Sektor VI Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (2/4).
Selain masalah masih minimnya armada, pihaknya juga masih kekurangan hidran yang merupakan sumber air baku bagi pemadam. Pasalnya, dari 15 hidran yang ada, hanya separuhnya yang masih bisa digunakan.
“Dari 15 hidran yang ada, cuma 7 hidran yang aktif dan ada airnya,” tuturnya.
Meskipun begitu, pihaknya mengaku selalu siap dengan kondisi apapun yang terjadi di lapangan. Dengan dukungan 36 personel, pihaknya mengaku siap melakukan penanggulangan kebakaran. Untuk Kecamatan Tebet sendiri selama 2014 ini setidaknya telah terjadi 5 kasus kebakaran, dan semuanya karena kosrleting listrik. Selain itu, pihaknya juga siap melakukan penanggulangan bencana alam seperti banjir yang pernah terjadi di Kecamatan Tebet awal tahun 2014 ini.
“Perahu karet Kita turun untuk evakuasi banjir, karena fungsi Kita bukan hanya penanggulangan kebakaran. Tapi, juga untuk penanggulangan pertama pada bencana alam,” jelasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
2984
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
736
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
638
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital