Sabtu, 29 Maret 2014
Reporter: Rio Sandiputra
Editor: Dunih
4155
(Foto: doc)
Penghapusan swastanisasi sampah, membuat pola pengangkutan sampah menjadi terpusat kepada Pemprov DKI. Puncaknya, pengangkutan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menjadi terlambat hingga isinya melebihi kapasitas seperti yang terjadi di Jl Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Tadinya untuk 4 kelurahan, yaitu Lenteng Agung, Tanjung Barat, Cipedak, dan Ciganjur. Karena semakin banyak, untuk sampah dari Kelurahan Cipedak dan Ciganjur gerobak sampahnya bongkar muatan di depan kampus IISIP," ujar Andri, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Jagakarsa, Sabtu (29/3).
Ia mengakui, pemindahan sampah dari 2 kelurahan tersebut pun tidak lepas dari dihilangkannya swastanisasi pengangkutan sampah di TPS tersebut. Sehingga armada pengangkut menjadi berkurang. "Tadinya ada 4 truk besar yang mengangkut. Saat ini tinggal 2 truk karena tidak adanya swastanisasi," ucapnya.
Untuk volume sampah yang terangkut, imbuh Andri, di TPS pinggir Jl Lenteng Agung Raya itu sebanyak 24 meter kubik. "Kita angkut mulai pukul enam pagi, dan pukul satu siang gerobak-gerobak tidak boleh membongkar muatannya lagi," tegasnya.
Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI, Isnawa Adji mengakui, lahan tersebut sudah terlalu sempit untuk menampung volume sampah hasil warga sekitar. Namun, hingga saat ini belum ada lahan pengganti dari lahan yang digunakan sekarang. "Carikan lahan dan tanah yang bisa dijadikan TPS biar dibeli pemda. Penanganan saat ini coba menambah armada pengangkutan, dan yang penting warga harus bisa mengolah sampah seperti komposting untuk mengurangi volume sampah," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7039
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4665
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2186
Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang
Selasa, 27 Oktober 2026
2205
Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan