DKI Duduki Peringkat Pertama Capaian Imunisasi Campak Rubela se-Indonesia

Kamis, 01 September 2022 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 2969

DKI Jakarta Peringkat Pertama Capaian Imunisasi Campak Rubela se-Indonesia

(Foto: doc)

DKI Jakarta menduduki urutan pertama cakupan imunisasi tambahan campak rubela se-Indonesia.

Alhamdulillah, berkat bantuan semua pihak

Tercatat, 648.037 anak usia 9-59 bulan di Jakarta sudah divaksin campak rubela per 30 Agustus 2022.

Jumlah ini setara 90,54 persen dari target Bulan Imuniasi Anak Nasional (BIAN) di Jakarta yang ditetapkan 715.786 anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai dari tingkat provinsi hingga kelurahan. Tidak terkecuali, peran serta masyarakat yang sadar akan pentingnya vaksin campak rubela.

“Alhamdulillah, berkat bantuan semua pihak, hari ini DKI Jakarta bisa masuk di urutan pertama cakupan imunisasi tambahan campak rubela dalam rangka eliminasi campak rubela 2023,” ujarnya, Kamis (1/9).

Widyastuti menjelaskan, berbagai strategi untuk meningkatkan cakupan imunisasi tambahan campak rubela dilakukan. Di antaranya, melakukan penyisiran ke RT/RW gemuk, posyandu, PAUD dan sekolah pada hari kerja. Termasuk taman maupun ruang hijau terbuka pada pagi dan sore hari.

Sedangkan pada akhir pekan, dibuka layanan BIAN di tempat umum yang banyak didatangi balita dan lokasi keramaian.

“Masyarakat mungkin ada yang tidak berkenan ke puskesmas, sehingga kita buka layanan di kantor RT/RW, RPTRA, masjid. Lokasi keramaian dan tempat wisata juga menjadi atensi seperti Kota Tua, TIM, Ancol dan pusat-pusat perbelanjaan," urai Widyastuti.

Menurut Widyastuti, dalam kegiatan ini, para koordinator wilayah kecamatan dan puskesmas menentukan lokasi Rapid Convenience Assessment (RCA) dan melakukan penyisiran BIAN.

Koordinator wilayah selanjutnya akan melaporkan hasil penyisiran harian di tiap lokasi dan jumlah anak dengan prioritas lokasi gemuk, rusun padat penduduk dan kawasan kumuh.

“Kalau masih ada warga yang antivaksin dan isu halal haram, kita tunjukkan video Ketua MUI dan Ketua DMI. Bersamaan dengan itu, kami berikan nomor telepon yang bisa dihubungi jika pasien berubah pikiran,” kata Widyastuti.

Widyastuti menambahkan, pihaknya juga berkolaborasi dengan berbagai elemen  menggencarkan promosi kesehatan, baik melalui pengeras suara masjid, spanduk, radio, videotron, media massa dan lain-lain.

“Semua sentra vaksin kolaborator dan rumah sakit hingga klinik umum yang membuka vaksin COVID-19 wajib buka layanan BIAN juga,” tandasnya.

Perlu diketahui, DKI Jakarta menduduki urutan pertama cakupan imunisasi tambahan campak rubela se-Indonesia dengan capaian 90,54 persen dari target, disusul Jawa Timur (85,8 persen) pada urutan kedua dan Jawa Tengah (83,7 persen) di urutan ketiga.

BERITA TERKAIT
Kelurahan Semper Timur Gencarkan BIAN di Permukiman Warga

Kampanye BIAN Digencarkan di Permukiman Warga Semper Timur

Senin, 29 Agustus 2022 1916

Realisasi BIAN Kepulauan Seribu Tertinggi se-DKI Jakarta

Realisasi BIAN Kepulauan Seribu Tertinggi se-DKI Jakarta

Jumat, 26 Agustus 2022 2427

 443.000 Anak di Jakarta Sudah Divaksin Campak Rubela

443.000 Anak di Jakarta Sudah Divaksin Campak Rubela

Rabu, 24 Agustus 2022 1923

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2928

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1272

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 503

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1284

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1088

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks