Jumat, 28 Maret 2014
Reporter: Dunih, Jhon Syah Putra Kaban
Editor: Dunih
8567
(Foto: doc)
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK 48, Duren Sawit, Jakarta Timur, kini tak kagi nyaman dilakukan. Pasalnya, kondisi gedung sekolah yang rusak terutama pada bagian atap membuat siswa harus mengungsi ke mushola setiap kali hujan turun.
Dian Hartati (16) seorang siswi mengaku, sangat terganggu dengan kondisi tersebut, karena ruangan tempatnya belajar menjadi sering dipindah-pindah.
“Kami sangat menderita apalagi, kalau hujan bocor. Proses belajar mengajar harus sering dipindah. Kita juga takut bawa laptop, bisa rusak kena air hujan, keluhnya, Jumat (28/3).
Wakil Kepala Sekolah SMK 48, Dahdi mengatakan, meski sudah 5 kali pergantian kepala sekolah, tapi hingga kini belum ada tindakan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dia juga mengeluhkan kurangnya ruang kelas sehingga siswa terpaksa menggunakan ruang lab sekolah. Padahal, sekolah ini juga pernah diajukan menjadi RSBI.
“Karena kekurangan ruang belajar terpaksa siswa menggunakan ruang lab, akibatnya fasilitas lab banyak yang rusak. Itupun masih tetap kekurangan ruang belajar. Siswa banyak protes masa sekolah RSBI bocor dan becek seperti ini," ucapnya.
Terkait hal itu, Kasudin Dikmen Jakarta Timur, Budiana mengatakan, gedung sekolah yang lama sudah diusulkan untuk dibongkar dan akan dibangun gedung baru.
"Saya sudah menerima usulan agar gedung tersebut dibangun 3 lantai. Sementara waktu siswa akan dicarikan kelas lain untuk optimalisasi proses belajar mengajar," katanya.
Dia juga menambahkan sudah mendapat arahan dari Dinas Pendidikan agar segera mengosongkan gedung yang rawan ambruk tersebut. Sementara waktu proses belajar mengajar diatur dengan sistem shift.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3180
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
736
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
641
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital