Dinas Parekraf Gelar Lokakarya Pengemasan Produk

Selasa, 19 Juli 2022 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 2037

Dinas Parekraf Gelar Lokakarya Pengemasan Produk

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta menggelar kegiatan Packaging Product Workshop Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif dan Jakpreneur Binaan di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara.

Narasumber diharapkan dapat memberikan insight bagi peserta 

Lokakarya yang diikuti 100 peserta ini menghadirkan empat nara sumber yakni Pimpinan Redaksi Feastin Indonesia, Kevindra Sormantri; Dosen Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta, Nicholas Wila Adi; Pengurus Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII) Chapter Jakarta, Damayanti Budiratri dan Founder id talent and Yooreka, Eka Sudjana.

Adapun materi yang diberikan meliputi Food Innovation Idea Perkembangan Tren Kuliner dan Makanan Kemasan; Peranan Branding, Logo, Desain dan Kemasan Produk Bahan Pangan dalam Strategi Penjualan; The Power of Packaging Perspektif Baru Dalam Desain Kemasan yang Ramah Lingkungan; Pemasaran Produk dan Placement Produk di Media Sosial dan Market Place.

Sekretaris Dinas Parekraf DKI Jakarta, Helma Dahlia mengatakan, masalah yang sering dihadapi para pelaku usaha salah satunya kondisi kemasan masih sederhana. Padahal, produk-produk yang dihasilkan tidak kalah dengan produk industri besar atau pabrikan.

“Hal inilah yang menyebabkan perluasan pasar produk UMKM masih sangat terbatas,” ujarnya, Selasa (19/7).

Menurut Helma, kemasan mempunyai peran sangat penting karena selalu terkait dengan komoditas yang dikemas dan sekaligus merupakan nilai jual dan citra produk.

“Packaging is a silent salesman,” ucap Helma.

Helma menyampaikan, pada dasarnya desain kemasan mempengaruhi isi di dalamnya. Karena itu, bentuk, warna, bahan dan desain kemasan dapat mempengaruhi konsumen. Perilaku konsumen yang semakin kritis terhadap kemasan produk harus mendapatkan perhatian khusus.

Misalnya dengan beralih menggunakan bahan ramah lingkungan, mudah dibawa, aman dan tak menimbulkan kontaminasi makanan serta memberikan informasi produk yang memadai untuk menjadi pilihan konsumen.

“Narasumber diharapkan dapat memberikan insight bagi peserta untuk meningkatkan nilai tambah produk," kata Helma.

Ia berharap, para pelaku ekonomi kreatif dan Jakpreneur yang mengikuti workshop dapat mengangkat citra dan nilai tambah dari produk yang dijual, memiliki kemampuan mumpuni dalam meningkatkan kualitas produknya serta brand awareness.

"Pemprov DKI Jakarta terus-menerus meningkatkan pembinaan, terutama membantu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di sektor ini,” tandas Helma.

BERITA TERKAIT
30 Jakpreneur Binaan Dinas Parekraf Ikut Bimtek HKI di Pulau Bidadari

30 Jakpreneur Dinas Parekraf Ikuti Bimtek di Pulau Bidadari

Senin, 30 Mei 2022 2435

jakpreneur_merek_dagang_2022

Dinas Parekraf Targetkan 200 Jakpreneur Difasilitasi Pendaftaran Hak Merek Gratis

Jumat, 14 Januari 2022 3193

 32 Jakpreneur Dinas Parekraf Adakan Workshop Tematik Natal dan Tahun Baru

32 Jakpreneur Ikuti Lokakarya Pembuatan Hampers

Jumat, 26 November 2021 4271

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7040

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4666

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2188

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2206

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1752

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks