Rabu, 26 Maret 2014
Reporter: Nurito
Editor: Agustian Anas
5859
(Foto: doc)
Banyaknya keluhan dari masyarakat mengenai ranjau paku yang disebar di jalan oleh orang yang tidak bertanggung jawab langsung direspon oleh aparat Satwil Lantas Polres Jakarta Timur dengan menggelar razia ranjau paku, Rabu (26/3). Dari razia yang dilakukan di Jl DI Panjaitan hingga Letjen Sutoyo, petugas berhasil mengumpulkan sebanyak 2 kilogram paku.
Razia ranjau paku ini dilakukan secara manual. Petugas berjalan kaki sambil membawa sejumlah besi sembrani yang dipasang di sebuah kayu maupun besi sepanjang 80 sentimeter. Besi sembrani ini kemudian ditarik untuk mendapatkan paku yang bertebaran di sepanjang jalan tersebut. Hasilnya cukup lumayan, sekitar dua kilogram paku, berhasil dibersihkan dari jalanan.
Ipda Widodo, yang memimpin jalannya razia mengatakan, razia ranjau paku ini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Sebab belakangan banyak pengendara, terutama sepeda motor yang mengalami kempes ban akibat ranjau paku. Hal tersebut tentu sangat membahayakan karena dapat memicu terjadinya kecelakaan lalulintas.
Razia melibatkan 14 anggota kepolisian dan enam anggota relawan Sapu Bersih (Saber) ranjau Paku. Titik razia mulai dari depan kantor Samsat Jakarta Timur menuju ke arah Cililitan. Namun di depan Makodam Jaya, Jl Letjen Sutoyo, petugas kembali lagi ke arah Samsat Jakarta Timur. Dari jalur tersebut, titik rawan berada di kolong flyover Cawang, banyak terdapat ranjau paku.
"Kalau di wilayah Jakarta Timur, daerah rawan ranjau paku ini di kawasan Cakung, yakni sepanjang Jl Raya Bekasi. Karena di kawasan ini banyak pabrik baja dan peleburan besi," ujar Ipda Widodo.
Pihaknya enggan menuduh banyaknya paku yang bertebaran di jalan sengaja ditebar orang. Sebab sejauh ini belum ada yang tertangkap tangan oknum penebar paku.
Ketua Tim Saber Tanjau Paku, Abdul Rahim menambahkan, razia seperti ini rutin dilakukan setiap hari. Terutama di daerah rawan ranjau paku. Razia biasanya melibatkan 6-10 relawan ranjau paku.
"Tapi seringnya kita jalan malam hari karena suasana tenang dan kendaraan melintas sedikit. Sehingga pada pagi harinya, pengendara dapat melintas tanpa terkena ranjau paku," ujar Abdul Rahim.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7043
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4675
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2198
Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang
Selasa, 27 Oktober 2026
2209
Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan