Dinas Kebersihan DKI Jakarta membenarkan tertundanya pembayaran gaji petugas kebersihan selama tiga bulan. Hal ini juga disebabkan pengesahan APBD 2014 tertunda. Namun demikian, pembayaran gaji akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Ediningtyas mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji petugas kebersihan dipengaruhi tertundanya pengesahan APBD 2014. Saat ini, APBD pun masih berada di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta. "Ini semuanya berproses, memang daftar pengisian anggaran (DPA) nya baru turun," kata Tyas, sapaan akrabnya, Selasa (18/3).
Jika sebelumnya, pembayaran petugas kebersihan dilakukan oleh pihak swasta, mulai tahun ini diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta. Gaji yang dibayarkan pun lebih besar yakni Rp 2,4 juta sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) DKI 2014 dari semula hanya Rp 1,2 juta. Bahkan, pembayaran gaji dilakukan melalui rekening Bank DKI. Pihaknya juga telah menginstruksikan masing-masing petugas kebersihan untuk membuka rekening Bank DKI, sesuai perintah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Kendati demikian, tidak seluruh petugas dibayar sesuai UMP. Sebab akan disesuaikan dengan kehadiran para petugas kebersihan. Namun pihaknya tidak menjelaskan apakah akan membayar gaji langsung tiga bulan yang tertunda atau bertahap tiap bulannya. Sebab, saat ini anggaran masih berada di BPKD DKI. "Yang jelas, setelah anggarannya keluar, akan kami bagi sesuai dengan wilayah masing-masing. Kami distribusikan ke masing-masing suku dinas," kata Tyas.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji menambahkan, tidak hanya gaji petugas kebersihan yang tertunda. Keterlambatan pengesahan dan pencairan APBD DKI 2014 juga berdampak pada pembayaran gaji petugas lainnya. Seperti penjaga pintu air, petugas pembersih sampah di sungai, dan lainnya.
Ia berjanji, akan menuntaskan tagihan gaji yang belum dibayarkan kepada ribuan petugas kebersihan. "Insya Allah kalau minggu ini (anggaran) cair, segera dibayarkan (gaji)nya. Yang penting tetap melayani masyarakat," kata Adji.
Sebelumnya, petugas kebersihan sempat mendatangi kantor balaikota untuk menagih dan meminta kejelasan pembayaran gajinya. "Kami datang ke sini mau minta kepastian sama pak gubernur dan wagub, kapan gaji kami dibayarkan," kata Nana (39), petugas kebersihan yang bertugas di Jl Raya Jatinegara, Jakarta Timur di Balaikota.
Nana mengaku, belum menerima gaji terhitung sejak Januari hingga Maret 2014. Padahal, mereka telah dijanjikan pembayaran gaji secepatnya dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta."Saya bersama puluhan petugas penyapu jalanan belum menerima gaji selama tiga bulan. Tapi, kami sampai sekarang masih tetap bekerja membersihkan jalanan," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar
Kamis, 19 Maret 2026
2297
Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan
Kamis, 19 Maret 2026
2222
Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan
Selasa, 17 Maret 2026
1687
Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran
Kamis, 19 Maret 2026
955
DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah