Seorang bocah laki-laki berinisial IS (3,5) kini harus menjalani perawatan di ruang 506 Blok B RSUD Koja, Jakarta Utara. Ia diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) yang tak lain ayah kandung dan ibu tirinya.
Korban masuk ke RSUD Koja setelah dirujuk dari Puskesmas Kecamatan Pademangan, Kamis (13/3) sekitar pukul 14.00. Kemudian, korban langsung dirawat karena mengalami luka bakar dan sundutan rokok di hampir sekujur tubuh, tangan kiri patah serta alat kelamin luka.
Dairoh (37) kerabat korban mengatakan, berdasarkan penuturan IS, korban mengaku dianiaya ibu tirinya. "Kalau kata anaknya, bukan cuma ibunya yang suka aniaya, bapaknya juga. Makanya tadi pagi jam 10, bapaknya diborgol polisi," ujarnya, Jumat (14/3).
Wakil Direktur RSUD Koja, dr Ita membenarkan, pihak rumah sakit menerima korban sejak Kamis (13/3) pukul 14.00. Setelah dilakukan obesrvasi diketahui luka-luka korban merupakan trauma lama.
"Kita sudah lakukan operasi scrotum (penis) untuk menangani lukanya. Saat ini pasien dalam keadaan stabil," jelasnya.
Menurut Ita, bekas luka seperti sundutan rokok, gigitan, setrika dan beberapa memar terdapat di hampir sekujur tubuh. Selain itu, alat kelamin korban juga mengalami luka.
Kanit Reskrim Polsek Pademangan, Iptu Suseno Adi Wibowo mengatakan, IS ditemukan pertamakali oleh penumpang busway yang prihatin melihat kondisi bocah tersebut di kawasan Pademangan dalam dekapan ayahnya, DS (29). Rencananya, warga Karawang, Jawa Barat itu, ingin mengajak anaknya mengamen di daerah Kota, Jakarta Barat.
"Kita belum dapat memastikan penyebab korban terluka demikian. Saat ini, kasusnya sudah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Jakarta Utara," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9234
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3202
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3625
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1920
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman