Dinas Nakertrans Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Jumat, 03 Januari 2020 17:07 WIB | Dibaca 670 kali
Dinas Nakertrans Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir (Foto : Aldi Geri Lumban Tobing / Beritajakarta.id)

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) DKI Jakarta menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan kebakaran di Kelurahan Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

" Membantu warga yang terkena musibah"

Pantauan beritajakarta.id, bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Nakertrans DKI Jakarta bersama Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara.

Andri mengatakan, bantuan yang diberikan berupa pakaian baru hasil karya peserta pelatihan Kejuruan Tata Busana di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Pusat. 

"Jumlahnya ada 200 pakaian, kami ini menjadi dari Pemprov DKI yang harus bergerak membantu warga yang terkena musibah, termasuk banjir," ujarnya, Jumat (3)1).

Andri menjelaskan, ratusan lembar pakaian baru tersebut terdiri dari pakaian laki-laki dan perempuan untuk berbagai usia. 

"Pakaian yang kami serahkan ini masih baru dan bagus-bagus. Sehingga, sangat layak pakai," terangnya.

Menurutnya, Dinas Nakertrans DKI Jakarta juga akan melakukan hal serupa kepada warga korban banjir di wilayah-wilayah lain. 

"Saat ini kami punya seribu pakaian baru yang siap didistribusikan," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara menyambut baik bantuan yang diberikan Dinas Nakertrans DKI Jakarta kepada warganya yang tengah mengalami musibah kebakaran dan banjir. 

"Pakaian-pakaian yang diberikan ini tentunya adalah produk terbaik dari para peserta pelatihan di PPKD," ucapnya.

Bayu meminta pihak kelurahan agar penyaluran bantuan kepada korban kebakaran dan banjir dilakukan dengan baik dan tepat sasaran.

"Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Nakertrans DKI Jakarta," tandasnya.

Untuk diketahui, warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Gunung Sahari Utara

terdapat 45 Kepala Keluarga (KK). Sementara, untuk korban banjir berjumlah 50 KK.

TOP