Pemprov DKI Hibahkan Alat Kremasi Kepada Umat Hindu di Jakarta

Reporter : Mustaqim Amna | Editor : Budhy Tristanto | Kamis, 12 Desember 2019 13:46 WIB | Dibaca 2893 kali
Pemprov DKI Hibahkan Alat Kremasi Kepada Umat Hindu di Jakarta (Foto : Mustaqim Amna / Beritajakarta.id)

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, Rabu (11/12) sore kemarin, menyalurkan bantuan hibah berupa alat kremasi modern kepada Yayasan Hindu Graha Yadnya di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara.

"Kita ingin agar di tempat ini nantinya benar-benar umat Hindu di Jakarta merasakan berada di rumah sendiri, "

Bantuan ini merupakan realisasi dari permohonan yang diajukan pengurus Suke Duka Hindu Dharma, Made Sudarta, kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat peresmian Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri, Minggu, 5 November 2017.  Permohonan ini, baru dapat terealisasi tahun ini setelah ajuan anggarannya disetujui DPRD.

Anies mengungkapkan, awalnya Pemprov DKI memberikan bantuan berupa lahan untuk pemakaman bagi umat Hindu di Jakarta. Namun, ternyata mereka lebih membutuhkan alat pembakaran jenazah modern ketimbang lahan pemakaman.

Melalui hibah alat kremasi tersebut, pelayanan kremasi umat Hindu di Jakarta diharapkan dapat terfasilitasi dengan baik, sehingga masyarakat menjadi terbantu dalam pelaksanaan ajaran agama kepercayaannya.

"Jakarta menjadi Ibu Kota ini sudah 74 tahun. Karena itu, miris rasanya, 74 tahun kita sebagai Ibu Kota, tapi alat kremasi malah belum ada. Jadi, hari ini, tuntas sudah. Sudah terlalu lama kita menunggu alat itu. Jadi, kita ingin agar di tempat ini nantinya benar-benar umat Hindu di Jakarta merasakan berada di rumah sendiri, merasakan keteduhan, ketenangan di dalam menjalankan semua yang menjadi prinsip-prinsip di dalam menunaikan kewajiban agama. Hal ini, harapannya menjadi kenyataan nantinya. Kami juga, Bapak Ibu sekalian, berharap kerja sama ini kita jalankan terus. Alhamdulillah hubungan kita baik sekali dan kita teruskan," ungkap Anies, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Perlu diketahui, alat kremasi tersebut merupakan hibah pertama kalinya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta pada umat Hindu sebagai bagian pelayanan atas semua kelompok umat beragama di wilayah DKI Jakarta. Hibah ini merupakan pemenuhan janji Gubernur Anies kepada umat Hindu di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.

Gubernur Anies berjanji untuk memfasilitasi hibah berupa pemberian alat kremasi bagi umat Hindu di Jakarta melalui Suke Duka Hindu Dharma, dimana terdapat Yayasan Graha Yadnya yang menjadi tempat pengurusan Ngaben di Jakarta Utara. Alat kremasi telah dianggarkan sebesar Rp1,395 miliar.

"Dan kami bersyukur ketika perayaan Nyepi tahun lalu, tahun ini juga kita datang, Alhamdulillah kita bersyukur jembatan sudah dibereskan. Mudah-mudahan ke depan, hal-hal yang masih menjadi kebutuhan, kita bicarakan. Karena intinya kita ingin tunaikan. Kami berharap ini nantinya bisa dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin. Kita ingin Jakarta kota yang setara. Jangan sampai Jakarta ini kota yang hanya dirasakan bagi sekelompok orang. Sekelompok itu baik secara latar belakang, maupun secara sosial-ekonomi. Kami menyadari bagi masyarakat yang berpunya, masalah alat kremasi bukan persoalan. Tapi, bagi mereka yang secara sosial-ekonomi itu bukan dalam kondisi yang kuat, kehadiran dari negara itu dibutuhkan. Dan kami berharap nantinya, pengelola di Yayasan Graha Yadnya ini bisa memfasilitasi semuanya," tutur Anies.

Alat kremasi ini baru satu-satunya di Jakarta, yakni jenis alat kremasi di mana landasan bakar dapat terpisah dengan ruang tungku. Selain itu, alat kremasi tersebut merupakan buah tangan teknisi dari Indonesia dengan bagian pembakaran (part burner) buatan Italia. Alat kremasi ini juga menggunakan panel PLC (Programmable Logic Controllers) touchscreen, sehingga pengoperasiannya memudahkan bagi masyarakat.

Mesin inipun memiliki panic button (tombol darurat) yang sewaktu-waktu dapat digunakan jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan, dan memiliki landasan bakar yang dapat bergerak, sehingga hasil bakar dapat dilihat di luar tungku. Untuk penggunaan dan operasional alat kremasi ini, nantinya diserahkan sepenuhnya kepada Yayasan Graha Yadnya selaku operator upacara Ngaben Suke Duka Hindu Dharma.

"Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada semua yang sudah terlibat. Semoga alat kremasi ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dirawat dengan sebaik-baiknya. Kita berkeinginan agar masyarakat Hindu di Jakarta teruslah berkontribusi sebagaimana selama ini. Kehadirannya, saya pernah sampaikan kepada Pak Ketua, telah ikut membawa suasana damai, teduh di Jakarta ini," tandas Anies.

TOP