5.800 Kacamata Gratis Disediakan untuk Melihat Gerhana Matahari Parsial

Senin, 02 Desember 2019 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 3387

5.800 Kacamata Gratis Disediakan untuk Melihat Gerhana Matahari Parsial

(Foto: doc)

Planetarium dan Observatorium Jakarta akan membagikan 5.800 kacamata matahari khusus kepada masyarakat yang ingin mengamati fenomena gerhana matahari parsial pada 26 Desember 2019 mendatang.

Diberikan secara gratis,

Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo mengatakan, masyarakat cukup datang ke Planetarium dan Observatorium Jakarta pada tanggal 26 Desember 2019 mulai pagi hari.

"Satu orang hanya mendapatkan satu kacamata. Kacamata khusus tersebut bakal diberikan secara gratis selama kuota tersedia," ujarnya, Senin (2/12).

Eko menjelaskan, kacamata khusus tersebut dilengkapi filter jenis ND5 yang mampu meredupkan cahaya matahari hingga 100.000 kali. Pasalnya, peristiwa fenomena alam ini tidak bisa dilihat oleh mata langsung mengingat kuatnya pancaran cahaya matahari yang dapat merusak mata.

"Bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kacamata tersebut maka akan disediakan teropong khusus sebanyak 10 buah yang dilengkapi filter ND5 dan didampingi para astronom," terangnya.

Menurutnya, pada 26 Desember 2019 tiga benda langit yakni matahari, bulan, dan bumi akan berada dalam satu bidang garis. Posisi bulan sedang mendekati titik terjauhnya dengan bumi, sedangkan bumi sedang mendekati titik terdekatnya dengan matahari.

Sehingga, piringan bulan tampak lebih kecil dibandingkan piringan matahari yang mengakibatkan piringan bulan tidak dapat menutup seluruh piringan matahari saat terjadi gerhana, menyisakan lingkaran di pinggirnya.

"Secara astronomi, fenomena itu disebut gerhana matahari cincin," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk wilayah Jakarta juga akan menyaksikan fenomena alam ini. Namun, karena wilayah Jakarta tidak dilewati bayang utama (umbra) maka yang disaksikan berupa gerhana matahari parsial.

"Pada langit Jakarta pukul 10.42 bulan mulai bergerak menutupi matahari, puncaknya pukul 12.36 matahari akan tertutup 72 persen oleh bulan sehingga cahayanya akan redup dan berakhir pukul 14.23," tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan observasi ini akan dilakukan di kawasan Planetarium dan Observatorium Jakarta di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Kegiatan ini juga akan melibatkan komunitas-komunitas astronomi di Jakarta.

BERITA TERKAIT
Masjid Amir Hamzah di TIM Bakal Dibangun Berkonsep Futuristis

Masjid Amir Hamzah di TIM Bakal Dibangun Berkonsep Futuristis

Rabu, 04 September 2019 8572

Planetarium Tetap Buka Meski Ada Revitalisasi di TIM

Ada Revitalisasi di TIM, Planetarium Tetap Buka

Jumat, 12 Juli 2019 3112

 UP PKJ TIM Gelar FGD Bahas Rencana Revitalisasi Planetarium

Revitalisasi Planetarium dan Observatorium Jakarta Libatkan Masyarakat

Sabtu, 19 Oktober 2019 3033

BERITA POPULER
IMG 20260225 WA0053

Pengendara Diminta Tak Lintasi Jalan Kampung Kramat

Rabu, 25 Februari 2026 38360

IMG 20260221 WA0050

Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

Sabtu, 21 Februari 2026 3637

Pelepasan jenazah Harianto Badjoeri tiyo

Kasatpol PP DKI Periode 2005-2010 Harianto Badjoeri Wafat

Senin, 23 Februari 2026 1987

IMG 20260221 WA0159

Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

Sabtu, 21 Februari 2026 1989

Refleksi satu tahun Pramono Rano rezap

Refleksi Satu Tahun, Pram-Rano Paparkan Capaian Kinerja

Jumat, 20 Februari 2026 1495

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks