Pemkot Jakut Sosialisasikan Pergub BPHTB

Reporter : Budhi Firmansyah Surapati | Editor : Budhy Tristanto | Kamis, 07 November 2019 16:24 WIB | Dibaca 314 kali
Pemkot Jakut Sosialisasikan Pergub BPHTB (Foto : Budhi Firmansyah Surapati / Beritajakarta.id)

Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah (SBPRD) Jakarta Utara, menyosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 117 tahun 2019, tentang Penyetoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atas Perjanjian Pendahuluan Jual Beli.

" Target realisasi BPHTB Jakarta Utara tahun 2019 sebesar Rp 2,164 triliun,"

Kegiatan yang digelar di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, diikuti 62 peserta dari unsur pengembang properti, Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah, serta Perhimpunan Penghuni Rusun (PPRS).

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan, sosialisasi bertujuan menerangkan tujuan dan fungsi BPHTB agar para wajib pajak bisa memahami secara utuh serta tergugah segera melunasi kewajibannya.

"Target realisasi BPHTB Jakarta Utara tahun 2019 sebesar Rp 2,164 triliun. Sampai awal November, realisasinya sekitar Rp 750 miliar atau 34,68 persen," katanya.

Diharapkan Ali, kegiatan ini dapat mendorong peningkatan dan percepatan realisasi penerimaan di sektor BPHTB. Apalagi selama ini pembangunan di Jakarta bergantung pada pendapatan dari berbagai jenis pajak.

Ditegaskan Ali, tahun 2020 mendatang merupakan tahun penegakan hukum untuk semua jenis pajak daerah. Bila wajib pajak tidak menunaikan kewajibannya, Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) bersama Polda Metro Jaya dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan tindakan. 

"Sebelum benar-benar ditindak tegas, mari bersama-sama tunaikan kewajiban," tegasnya.

Kepala Suban PRD Jakarta Utara, Yati Rochyati menjelaskan, Pergub tentang BPHTB ini dilatarbelakangi kebutuhan properti hunian yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Karena itu, lanjut Yati, dibutuhkan fasilitas yang dapat digunakan untuk melakukan pemungutan BPHTB atas perjanjian pendahuluan jual beli sebagai kredit pajak daerah guna mencegah penghindaran pajak.

"Perjanjian pendahuluan jual beli tanah banyak dilakukan di DKI Jakarta dalam proses jual beli, karena itu kita coba jelaskan aturan mengenai BPHTB nya melalui sosialisasi ini," tandasnya.

TOP