Jumlah Bank Sampah di Kelurahan Rawa Bunga Terus Bertambah

Reporter : Nurito | Editor : F. Ekodhanto Purba | Minggu, 20 Oktober 2019 15:05 WIB | Dibaca 557 kali
Jumlah Bank Sampah di Kelurahan Rawa Bunga Terus Bertambah (Foto : Nurito / Beritajakarta.id)

Lurah Rawa Bunga, Agustina hari ini meresmikan Bank Sampah Barokah di RW 04 Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita tersebut juga dihadiri Wakil Camat Jatinegara, Imron.

"Harapannya, sampah bisa dimanfaatkan dengan baik dan diolah secara konsisten, "

Dikatakan Agustina, bank sampah ini nantinya difungsikan untuk mengolah sampah yang bisa didaur ulang. 

Misalnya sampah plastik diolah menjadi vas bunga, dompet, tas dan sebagainya. Sedangkan jenis sampah lainnya dikumpulkan untuk dijual kembali seperti koran, kardus, buku ember, botol dan gelas  air mineral. Kemudian sampah organik dijadikan kompos padat dan cair.

"Selain untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang upaya ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga," ujarnya, Minggu (20/10).

Ia menjelaskan, dengan hadirnya Bank Sampah Barokah di RW 04 itu, maka Kelurahan Rawa Bunga kinj memiliki 20 bank sampah. 

Rinciannya, sebelas bank sampah RW, dua bank sampah RT, dan satu bank sampah kelurahan yang digarap oleh petugas PPSU. Kemudian lima bank sampah sekolah dan satu Bank Sampah Transito milik Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur.

Secara umum pengoperasian bank sampah ini baru berjalan kurang lebih enam bulan. Uji coba dimulai dari  RW 01, di mana setiap hari berhasil mengumpulkan tujuh kilogram sampah label, plastik kresek dan botol plastik untuk dijadikan vas bunga. 

Selain itu, saat ini pihaknya juga sudah memiliki alat timbang, mesin komposting dari Sudin Lingkungan Hidup dan alat cetak pot/vas bunga. Sedangkan untuk komposting setiap bulan kurang lebih menghasilkan 15-20 kilogram kompos sekelurahan.

Ketua RW 04 Rawa Bunga, Sam Alwi Purukan mengapresiasi peresmian bank sampah yang berada di Jl Bekasi Timur 2 RT 015/04 ini. 

Lahan yang digunakan adalah lahan seluas 200 meter persegi bekas lapangan bulutangkis RW 04. Pembuatan Bank Sampah Barokah dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar. 

"Harapannya, sampah bisa dimanfaatkan dengan baik dan diolah secara konsisten," tandasnya. 

TOP