100 Peserta Pelatihan Mengemudi di Jakpus Terima Sertifikat dan SIM A

Reporter : Agung Supriyanto | Editor : Toni Riyanto | Jumat, 11 Oktober 2019 18:35 WIB | Dibaca 529 kali
100 Peserta Pelatihan Mengemudi di Jakpus Terima Sertifikat dan SIM A (Foto : Agung Supriyanto / Beritajakarta.id)

Sebanyak 100 peserta pelatihan mengemudi yang diinisiasi Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudin Nakertrans) Jakarta Pusat, menerima sertifikat pelatihan dan SIM A.

" Difasilitasi secara gratis"

Pentupan pelatihan, serta penyerahan sertifikat dan SIM A seceara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Andri Yansyah di Kantor Sudin Nakertrans setempat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, peserta pelatihan tersebut tergabung dalam Angkatan VI.

"Mereka mengikuti pelatihan hingga difasilitasi memperoleh SIM A secara gratis," ujarnya, Jumat (11/10).

Andri menjelaskan, bersamaan dengan pemberian sertifikat dan SIM A tersebut juga dilakukan tes urine berkerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta.

"Kalau ada surat keterangan bebas narkoba tentu mereka akan semakin mudah diterima bekerja. Akan ada kepercayaan dari pengguna jasa mereka," terangnya.

Kepala Sudin Nakertrans Jakarta Pusat, Fidyah Rokhim menuturkan, Angkatan VI ini menjadi peserta pelatihan terakhir di tahun 2019.

"Sejak angkatan pertama hingga keenam ini total ada 600 peserta pelatihan. Semoga dengan kepemilikan sertifikat, SIM A, dan surat keterangan bebas narkoba mereka mudah diterima kerja dan kesejahteraannya semakin meningkat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP DKI Jakarta, Joko Purnomo menegaskan, kerja sama dengan Sudin Nakertrans Jakarta Pusat ini menjadi untuk kali pertama dilakukan.

"Kami berharap ini bisa dicontoh Sudin Nakertrans dari wilayah lain di Jakarta. Untuk hasil tes urine peserta pelatihan Angkatan VI ini dinyatakan semuanya negatif narkoba," tandasnya.

TOP