Pemprov DKI Gandeng Pihak Swasta dan Kedubes Denmark Lanjutkan Kerja Sama Tekan Prevalensi Diabetes

Reporter : Mustaqim Amna | Editor : Toni Riyanto | Selasa, 27 Agustus 2019 11:16 WIB | Dibaca 558 kali
Pemprov DKI Gandeng Pihak Swasta dan Kedubes Denmark Lanjutkan Kerja Sama Tekan Prevalensi Diabetes (Foto : Mustaqim Amna / Beritajakarta.id)

Guna terus menekan prevalensi penyakit diabetes di Ibukota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama perusahaan kesehatan global Novo Nordisk serta Kedutaan Besar (Kedubes) Denmark untuk RI menandatangani perjanjian kerja sama untuk tahapan Action Plan dari Program Cities Changing Diabetes (CCD). 

" Tingkat kesehatan di masyarakat menjadi lebih tinggi"

Penandatanganan perjanjian kerja sama yang digelar di Balairung, Balaikota Jakarta, dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, beserta jajarannya, Vice President Novo Nordisk Indonesia, Morten Vaupel, serta Duta Besar Denmark di Indonesia, H.E. Rasmus Abildgaard Kristensen.

Anies mengapresiasi kelanjutan kerja sama dari program Cities Changing Diabetes (CCD) ini. Menurut Gubernur Anies, upaya pemetaan pada penyakit gula darah ini sangat membantu warga atau penderita diabetes untuk mendeteksi awal resiko penyakit agar tidak bertambah parah. 

"Kita mengetahui bahwa masalah diabetes ini menjadi hulu penyakit-penyakit lainnya. Karena itu, bila kita bisa mendeteksi lebih dini dan melakukan langkah pencegahan yang lebih baik maka harapannya tingkat kesehatan di masyarakat menjadi lebih tinggi," ujar Anies, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies berharap, hasil kerja sama ini juga dapat bersinergi dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Provinsi DKI Jakarta, sehingga dapat menjangkau langsung warga dan melakukan deteksi yang lebih menyeluruh di Jakarta. 

"Di Pemprov DKI Jakarta kita sudah memiliki Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dimana pemerintah melakukan upaya promotif preventif untuk meningkatkan produktifitas dan menurunkan potensi masalah kesehatan, jadi kami apresiasi dan saya harap bisa bersinergi,” terangnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, pihaknya sudah menyiagakan lebih dari 400 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk Penyakit Tidak Menular yang tersebar di semua kelurahan. Ke depan, para kader Posbindu akan memperkuat jejaring kesehatan dan mensosialisasikan gaya hidup sehat ke para penderita diabetes. 

"Jadi, kita aktifkan dan giatkan (Posbindu), sehingga warga mengetahui status kesehatannya terlebih gula darahnya. Minimal dilakukan screening pemetaan angka resiko tadi. Kita juga akan menguatkan jejaring pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, kader kesehatan dan warga," ungkapnya.

Widyastuti menerangkan, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengeluarkan beragam kebijakan yang berimplikasi pada gaya hidup sehat warganya, guna melakukan upaya preventif terhadap penyakit diabetes, seperti festival olahraga sepanjang tahun dan lain sebagainya. 

"Kita ingin gaya hidup warga semakin sehat, sehingga faktor resikonya (diabetes) bisa dikendalikan serta  angka prevelensinya bisa dikendalikan dan menurun," tandasnya.

Program Cities Changing Diabetes (CCD) bertujuan untuk memetakan masalah, berbagi solusi dan mendorong tindakan nyata untuk melawan munculnya diabetes dan obesitas di Jakarta. 

Melalui adanya pengerucutan permasalahan yang terjadi saat ini, upaya bersama diharapkan mampu mewujudkan kerja sama, antara pemangku kepentingan publik dan swasta, yang bertujuan mengimplementasikan solusi jangka panjang untuk mencegah diabetes dan menyediakan pengobatan bagi orang yang hidup dengan diabetes di perkotaan.

TOP