Pemprov DKI Gandeng Pihak Swasta dan Kedubes Denmark Lanjutkan Kerja Sama Tekan Prevalensi Diabetes

Selasa, 27 Agustus 2019 Reporter: Mustaqim Amna Editor: Toni Riyanto 2413

Pemprov DKI - PT. Novi Nordisk Teken MoU Terkait Pengelolaan Diabetes

(Foto: Mustaqim Amna)

Guna terus menekan prevalensi penyakit diabetes di Ibukota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama perusahaan kesehatan global Novo Nordisk serta Kedutaan Besar (Kedubes) Denmark untuk RI menandatangani perjanjian kerja sama untuk tahapan Action Plan dari Program Cities Changing Diabetes (CCD). 

Tingkat kesehatan di masyarakat menjadi lebih tinggi

Penandatanganan perjanjian kerja sama yang digelar di Balairung, Balaikota Jakarta, dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, beserta jajarannya, Vice President Novo Nordisk Indonesia, Morten Vaupel, serta Duta Besar Denmark di Indonesia, H.E. Rasmus Abildgaard Kristensen.

Anies mengapresiasi kelanjutan kerja sama dari program Cities Changing Diabetes (CCD) ini. Menurut Gubernur Anies, upaya pemetaan pada penyakit gula darah ini sangat membantu warga atau penderita diabetes untuk mendeteksi awal resiko penyakit agar tidak bertambah parah. 

"Kita mengetahui bahwa masalah diabetes ini menjadi hulu penyakit-penyakit lainnya. Karena itu, bila kita bisa mendeteksi lebih dini dan melakukan langkah pencegahan yang lebih baik maka harapannya tingkat kesehatan di masyarakat menjadi lebih tinggi," ujar Anies, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies berharap, hasil kerja sama ini juga dapat bersinergi dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Provinsi DKI Jakarta, sehingga dapat menjangkau langsung warga dan melakukan deteksi yang lebih menyeluruh di Jakarta. 

"Di Pemprov DKI Jakarta kita sudah memiliki Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dimana pemerintah melakukan upaya promotif preventif untuk meningkatkan produktifitas dan menurunkan potensi masalah kesehatan, jadi kami apresiasi dan saya harap bisa bersinergi,” terangnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, pihaknya sudah menyiagakan lebih dari 400 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk Penyakit Tidak Menular yang tersebar di semua kelurahan. Ke depan, para kader Posbindu akan memperkuat jejaring kesehatan dan mensosialisasikan gaya hidup sehat ke para penderita diabetes. 

"Jadi, kita aktifkan dan giatkan (Posbindu), sehingga warga mengetahui status kesehatannya terlebih gula darahnya. Minimal dilakukan screening pemetaan angka resiko tadi. Kita juga akan menguatkan jejaring pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, kader kesehatan dan warga," ungkapnya.

Widyastuti menerangkan, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengeluarkan beragam kebijakan yang berimplikasi pada gaya hidup sehat warganya, guna melakukan upaya preventif terhadap penyakit diabetes, seperti festival olahraga sepanjang tahun dan lain sebagainya. 

"Kita ingin gaya hidup warga semakin sehat, sehingga faktor resikonya (diabetes) bisa dikendalikan serta  angka prevelensinya bisa dikendalikan dan menurun," tandasnya.

Program Cities Changing Diabetes (CCD) bertujuan untuk memetakan masalah, berbagi solusi dan mendorong tindakan nyata untuk melawan munculnya diabetes dan obesitas di Jakarta. 

Melalui adanya pengerucutan permasalahan yang terjadi saat ini, upaya bersama diharapkan mampu mewujudkan kerja sama, antara pemangku kepentingan publik dan swasta, yang bertujuan mengimplementasikan solusi jangka panjang untuk mencegah diabetes dan menyediakan pengobatan bagi orang yang hidup dengan diabetes di perkotaan.

BERITA TERKAIT
Pemprov DKI - Novo Nordik Teken MoU Cegah Diabetes

Pemprov DKI-Novo Nordisk Indonesia Jalin Kerja Sama di Bidang Kesehatan

Sabtu, 25 Agustus 2018 6309

       Kecamatan Penjaringan Kembangkan Aplikasi Pemantau Kesehatan Siswa

Kecamatan Penjaringan Kembangkan Aplikasi Pemantau Kesehatan Siswa

Jumat, 02 Agustus 2019 2103

ASN Pemkot Jakbar Disosialisasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

ASN Pemkot Jakbar Disosialisasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Senin, 19 Agustus 2019 1575

Jakarta Art Week 2019, Pemanfaatan Ruang Publik Sebagai Wadah Ekspresi Seni dan Budaya

Jakarta Art Week 2019, Pemanfaatan Ruang Publik Sebagai Wadah Ekspresi Seni dan Budaya

Senin, 26 Agustus 2019 3889

Menyuarakan Kecantikan Perempuan Melalui Karya Seni

Bisa Tampilkan Karya di Ruang Publik, Seniman Apresiasi Pemprov DKI

Senin, 26 Agustus 2019 2202

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 3005

Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2919

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1029

LRT jakarta jati2

Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

Senin, 26 Oktober 2026 1232

Sudin SDA kepulauan Seribu tanam mangrove ist

105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

Senin, 26 Oktober 2026 1203

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks