Pemprov DKI Bentuk Tim Bersama Pertamina Tangani Tumpahan Minyak di Kepulauan Seribu

Reporter : Mustaqim Amna | Editor : Toni Riyanto | Jumat, 02 Agustus 2019 17:32 WIB | Dibaca 463 kali
Pemprov DKI Bentuk Tim Bersama Pertamina Tangani Tumpahan Minyak di Kepulauan Seribu (Foto : / Beritajakarta.id)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PT Pertamina (Persero) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan pertemuan untuk membahas peristiwa tumpahan minyak (oil spill) di anjungan YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ), di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/8).

"Ce pat kita tangani masalah ini"

Seperti diketahui, tumpahan minyak ini awalnya terjadi di Laut Pantai Utara Karawang beberapa waktu lalu. Namun, sejak 22 Juli 2019, tumpahan minyak tersebut telah sampai di wilayah Kepulauan Seribu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan langkah konkret bersama guna mengatasi permasalahan yang ada, khususnya di kawasan perairan Jakarta yang terdampak tumpahan minyak. Ada sekitar tujuh pulau di wilayah Selatan Kepulauan Seribu yang terdampak.

Menurutnya, ke depan akan ada tim bersama dari Pemprov DKI Jakarta dan Pertamina, juga pihak terkait lainnya untuk mengatasi permasalahan yang muncul akibat tumpahan minyak.

"Pada pagi hari ini kita melangsungkan pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dengan pihak Pertamina dan SKK Migas. Kami dari Pemprov DKI Jakarta, ini hadir Pak Bupati Kepulauan Seribu yang langsung merasakan dampak di kawasan perairan Jakarta, khususnya di kawasan Selatan. Tim nanti dipimpin dari pihak kami, bersama dengan tim Pertamina, akan bergerak cepat dan ke depan sudah langsung akan bekerja. Jadi, hari ini tim sudah akan bergerak, nanti hari Senin akan ada pertemuan yang besar, sehingga akan cepat kita tangani masalah ini," ujar Anies, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies menuturkan, tim Pemprov DKI Jakarta bersama Pertamina dan pihak terkait lain nantinya akan mendatangi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya para nelayan.

"Kami akan memastikan bahwa apa yang menjadi masalah dari masyarakat bisa kita selesaikan. Kedua, langkah pembersihan, baik di perairan maupun di pantai-pantai. Jadi, ini semua kita lakukan karena kita ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Jakarta dan Jawa Barat tidak terdampak terlalu besar atas musibah yang tidak kita inginkan ini," terangnya.

Anies turut mengapresiasi langkah-langkah responsif yang telah dilakukan oleh Pertamina terhadap peristiwa ini.

"Langkah yang dilakukannya amat baik dan Insya Allah akan bisa tuntas dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Karena itu, langkah yang paling awal, bertemu dengan masyarakat (nelayan) untuk mengetahui konsekuensi yang mereka alami, sehingga kelangsungan hidupnya tidak terganggu. Pesannya adalah semua yang menjadi konsekuensi negatif itu akan ada pertanggungjawabnya," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad menambahkan, seluruh jajarannya telah melakukan antisipasi awal saat tumpahan minyak sampai di wilayah Kepulauan Seribu, salah satunya membersihkan tumpahan minyak.

"(Membersihkan) oil spill ketika sampai di darat dengan mobilisasi seluruh petugas yang ada, khususnya petugas PPSU, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup, juga dari Pertamina, sudah ada turun ke lapangan. Dan kami bersama-sama, sehingga dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari oil spill ini," tandasnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu; VP. Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman; dan Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Rudy Fajar.

TOP