Kadispora Lepas Kontingen DKI ke Lima Turnamen Bertaraf Internasional

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Selasa, 09 Juli 2019 18:08 WIB | Dibaca 1841 kali
Kadispora Lepas Kontingen DKI ke Lima Turnamen Bertaraf Internasional (Foto : Mochamad Tresna Suheryanto / Beritajakarta.id)

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Achmad Firdaus melepas keberangkatan 40 orang atlet, pelatih, dan asisten pelatih yang akan mengikuti lima turnamen olahraga bertaraf internasional.

" "

Adapun kelima kompteisi tersebut yakni, Sepeda BMX Cross Pelajar di World Championship 2019, Zolder, Belgia, pada 19-27 Juli 2019;  turnamen sepakbola pelajar U-12 di The World Youth Cup Gothia Cup 2019, Swedia, 14-20 Juli 2019; dan turnamen sepakbola tunagrahita di Kim Kallstrom Trophy The World Youth Cup Gothia Cup 2019, Swedia, 12-19 Juli 2019.

Kemudian, turnamen bulutangkis disabilitas tunarungu pada World Deaf Badminton Championship di Taiwan, 11-12 Juli 2019; serta turnamen bola basket tunadaksa pada 6th Bali Cup 2019, Provinsi Bali, 11-14 Juli 2019.

Achmad Firdaus mengatakan, Dispora DKI Jakarta mendukung penuh pengembangan prestasi atlet, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.

"Kita tidak membeda-bedakan, tidak ada diskriminasi, semua kita support secara maksimal agar bisa meraih prestasi terbaik," ujarnya, saat acara pelepasan kontingen di Kantor Dispora DKI Jakarta, Jalan Jatinegara Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (9/7).

Achmad menjelaskan, atlet yang akan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional adalah putra putri terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat dan pembinaan.

"Saya minta semua dapat berjuang maksimal, meraih prestasi dan mengharumkan Jakarta. Terus berusaha, berdoa, dan tawakal, semoga keinginan kita untuk menjadi yang terbaik dapat tercapai," ungkapnya.

Achmad mengingatkan, agar seluruh kontingen yang berangkat dapat menjaga kondisi fisik dan mental. Selain itu, sambungnya, menjaga sikap, perilaku, tutur kata, dan juga persahabatan menjadi hal yang penting.

"Mereka adalah lawan kita hanya di saat pertandingan. Usai itu, kalian harus mampu menjalin persahabatan dan menunjukkan keramahan dengan teman-teman peserta dari negara lain," tandasnya.

TOP