Program Ikan Cupang Tekan Jumlah Penderita DBD

Jumat, 26 September 2014 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Widodo Bogiarto 10724

Program Ikan Cupang Tekan Jumlah Penderita DBD

(Foto: doc)

Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta Barat mengalami penurunan signifikan, setelah sempat melonjak pada bulan Maret dan April lalu. Selain gencar melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan sosialisasi 3M (mengubur, menguras dan menutup), program pemberdayaan ikan cupang diklaim juga mampu menekan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Karena ikan cupang memiliki kemampuan memakan jentik nyamuk dengan cepat. Jadi semenjak kami galakkan kegiatan itu, ada penurunan kasus DBD

“Selain PSN dan program 3M untuk pencegahannya, sejak tahun ini kami juga menebar ikan cupang dalam akuarium, bak mandi atau kolam penampungan air. Karena ikan cupang memiliki kemampuan memakan jentik nyamuk dengan cepat. Jadi semenjak kami galakkan kegiatan itu, ada penurunan kasus DBD,” kata Widyastuti, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Jumat (26/9).

Widyastuti mengatakan, program tentang pemberdayaan ikan cupang tersebut sudah dilakukan pihaknya di Kecamatan Palmerah. Saat ini hasilnya sudah terlihat dengan adanya penurunan penderita DBD di Kecamatan Palmerah.

"Palmerah ini percontohan untuk program pemberdayaan ikan cupang. Tahun lalu sebagai kecamatan tertinggi kasus DBD, tetapi tahun ini sudah menurun dan berpindah ke Cengkareng," ujar Widyastuti.

Widyastuti menuturkan, saat ini pemberdayaan ikan cupang sedang menyasar wilayah Kembangan Utara. Karena wilayah tersebut adalah wilayah kelurahan yang sedang rawan DBD. "Kecamatan Cengkareng wilayah yang rawan, tetapi untuk tingkat Kelurahannya Meruya Utara. Indikasi dari banyaknya kasus bisa dilihat dari lingkungannya serta perilaku warganya," jelasnya.

Namun, meski kasus DBD mulai mengalami penurunan, dirinya menyayangkan belum banyaknya warga yang sukarela menjadi juru pemantau jentik (jumantik).  "Padahal idealnya dalam satu RT sedikitnya memiliki satu orang jumantik. Karena ini sifatnya kerja sosial jadi kami kesulitan mencari kader jumantik. Akhirnya masih ada kader dari RT lain yang dipinjam ke RT yang belum memiliki kader," paparnya.

Widyastuti berharap, tren penurunan kasus DBD di Jakarta Barat bisa terus berlanjut dengan mewaspadai indeks Angka Bebas Jentik (ABJ) di setiap lingkungan. "Kita harus bersinergi agar kasus penderita DBD dapat ditekan sekecil-kecilnya," tukasnya.

Dari data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, pada bulan Januari sebanyak 166, Februari 260 kasus, Maret 364 kasus, April 431 kasus. Kemudian pada Mei 293 kasus, Juni 256 kasus, Juli 159 kasus, Agustus 137 kasus dan September 36 kasus.

BERITA TERKAIT
Hingga September Penderita DBD di Jakut Capai 915 Kasus

231 Warga Kramatjati Terserang DBD

Kamis, 25 September 2014 4432

Hingga September Penderita DBD di Jakut Capai 915 Kasus

915 Orang Terjangkit DBD di Jakut

Rabu, 10 September 2014 4412

Kader Jumantik

6 Bulan Honor Kader Jumantik Belum Dibayar

Senin, 25 Agustus 2014 9420

Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat meminta agar wilayah tersebut segera dilakukan pemogingan

548 Orang Terserang DBD

Minggu, 18 Mei 2014 5724

BERITA POPULER
Warga beri dukungan RDF plant ist

Dukungan RDF Plant Rorotan Datang dari Warga Sekitar

Jumat, 06 Februari 2026 4152

Polusi kendaraan dok

Pramono Ungkap Strategi Atasi Polusi Udara Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 736

ASN pemprov dki jakarta wfa

Terapkan WFA Lebaran, Pramono Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu

Rabu, 11 Februari 2026 481

Halte transjakarta cawang sentral otoy2

Transjabodetabek Cawang-Cikarang Resmi Beroperasi

Rabu, 11 Februari 2026 470

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Iwan Setiawan folmer ist

BI Prediksi Perekonomian Jakarta 2026 Terus Tumbuh

Senin, 09 Februari 2026 703

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks