Perbaikan Jalan dan Trotoar di Jaktim Sudah 70 Persen

Reporter : Suparni | Editor : Andry | Senin, 06 November 2017 10:12 WIB | Dibaca 907 kali
(Foto : Suparni / Beritajakarta.id)

Menjelang akhir tahun, perbaikan jalan dan trotoar di wilayah Jakarta Timur terus dikebut.

" Kalau jalan lingkungan progresnya sudah 90 persen"

Hingga kini, pengerjaan fisik perbaikan jalan dan trotoar di wilayah tersebut telah mencapai 70 persen.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Juaini Yusuf mengatakan, saat ini perbaikan jalan arteri di wilayahnya sudah rampung dikerjakan. 

"Jalan arteri sudah selesai semua. Kalau jalan lingkungan progresnya sudah 90 persen," ujarnya, Senin (6/11).

Juaini menjelaskan, perbaikan jalan arteri pada tahun ini dipusatkan di sembilan wilayah kecamatan dan dikerjakan dengan menggunakan layer hotmix.

"Panjang dan lebar jalan yang diperbaiki bervariasi tergantung kondisinya," ungkapnya.

Ia menyebutkan, di Kecamatan Cakung, perbaikan jalan antara lain dilakukan di Jalan M Noor dan Jalan Arun Raya. Di Kecamatan Cipayung seperti Jalan Damai PBSI dan Jalan Beringin.

Sementara di Kecamatan Duren Sawit, perbaikan jalan di antaranya dilakukan Jalan Kopyor 1-14 dan Jalan Bambu Apus. Di Kecamatan Matraman, Jalan Mangga 4 dan Jalan Serikaya.

Di Kecamatan Pulogadung, Jalan Cakalang III dan Jalan Duyung Raya. Di Kecamatan Jatinegara, Jalan Cipinang Raya dan Jalan Jatinegara Timur III. Di Kecamatan Kramat Jati, Jalan Mawar dan Jalan Menur.

Di Kecamatan Makasar, Jalan Wira Darma 3 dan 4 serta Jalan Infantri. Di Kecamatan Ciracas, Jalan Asem dan Jalan Masjid-Taruna.

"Totalnya ada sekitar ribuan titik jalan arteri yang saat ini sudah kita perbaiki," jelas Juaini.

Menurut Juaini, pada tahun ini, pihaknya juga memperbaiki jalan lingkungan dan membangun trotoar ramah disabilitas di 20 lokasi.

"Perbaikan jalan lingkungan sudah kita kerjakan sebanyak 1.300 titik. Sisanya masih ada 400 titik dan akan kita selesaikan segera," ucapnya.

Juaini meyakini, hingga akhir tahun, penyerapan anggaran di jajarannya bisa mencapai 80 persen. Terlebih, pelaksanaan kegiatan fisik saat ini bisa dilakukan lebih cepat setelah menggunakan sistem e-katalog.

"Kita optimis bisa maksimal menyerap anggaran pada tahun ini," tandasnya.