Takjil Banyak Mengandung Zat Berbahaya

Senin, 07 Juli 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Lopi Kasim 5529

takjl berbahaya

(Foto: Rio Sandiputra)

Untuk memastikan kesehatan dan kandungan zat berbahaya di dalam makanan olahan berbuka puasa, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta bersama dengan Sudin Kesehatan Jakarta Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (7/7) sekitar pukul 15.00. Hasilnya, ditemukan sejumlah makanan olahan yang mengandung berbagai zat berbahaya sepertu formalin, boraks, dan zat-zat berbahaya lainnya.

Dari sampel yang diambil, ada 50 persen yang mengandung zat berbahaya



"Bulan puasa ini kita melakukan pengawasan dan keamanan makanan terutama yang olahan untuk berbuka puasa," ujar Dewi Prawitasari, Kepala Balai BPOM DKI Jakarta, Senin (7/7).

Makanan olahan seperti soto padang, asinan, kue putu mayang, pepes tahu, pepes teri, dan macam-macam kerupuk diambil sampel untuk kemudian diuji tes kandungan yang terdapat di dalamnya. "Ada 20 sampel yang kita ambil dari keliling makanan tadi. Dan langsung diuji di mobil laboratorium keliling, untuk di cek apakah ada kandungan formalin, borak, methanil yellow, atau rhodamin b," ucapnya.

Dari 20 sampel yang diuji, sebanyak 50 persen makanan olahan tersebut mengandung zat berbahaya. "Dari sampel yang diambil, ada 50 persen yang mengandung zat berbahaya," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Dewi, makanan seperti asinan terdapat lebih dari 1 jenis zat berbahaya yang terkandung. "Asinan itu mienya mengandung methanil yellow, tahunya mengandung formalin, dan ada juga boraknya. Pepesnya juga ada kandungan formalin," terangnya.

Ditambahkan Dewi, zat yang terkandung di dalam makanan tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia karena bisa mengakibatkan penyakit kanker hati dan kanker kandung kemih. "Makanya harus kita deteksi dini. Dan hasil ini kita langsung serahkan ke Sudin Kesehatan dan pihak PD Pasar Jaya untuk memberikan teguran dan pembinaan kepada pedagang yang memang terbukti di dagangannya," tandas Dewi.

BERITA TERKAIT
 Produk jajanan berbahaya dan tidak layak konsumsi itu dijajakan para pedagang dengan jenis beraneka

Jajanan PKL Monas Mengandung Bahan Berbahaya

Rabu, 02 Juli 2014 7569

 Petugas disebar ke lima wilayah Jakarta untuk mengecek ketersediaan pasokan tabung gas 3 kilogram d

Jelang Ramadhan, Pasokan Gas 3 Kg di Ibu Kota Aman

Kamis, 19 Juni 2014 4363

BERITA POPULER
Gubernur pramono MUI rezap

Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

Selasa, 11 Agustus 2026 13051

Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 6271

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 1764

Pemilik bangunan ubah saluran ist

Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

Jumat, 14 Agustus 2026 1700

IMG 20260812 WA0088

Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 1649

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks