Basuki Tertarik Teknologi Bus Listrik Finlandia

Reporter : Erna Martiyanti | Editor : Rio Sandiputra | Rabu, 04 November 2015 12:34 WIB | Dibaca 3493 kali
Basuki Tertarik Teknologi Bus Listrik Finlandia (Foto : Yopie Oscar / Beritajakarta.id)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) baru saja menerima kunjungan Presiden Finlandia, Sauli Vainamo Niinisto, di Balai Kota DKI. Bus listrik dan juga pengelolaan air limbah yang ada di Finlandia, bisa diterapkan untuk Jakarta.

" Yang paling penting kami bicara panjang itu soal bus listrik, jadi mereka punya bus listrik yang sangat baik"

"Yang paling penting kami bicara panjang itu soal bus listrik. Jadi mereka punya bus listrik yang sangat baik," ujar Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/11).

Menurut Basuki, teknologi bus listrik tersebut bisa digunakan untuk bus Transjakarta dan lainnya. Sehingga bisa menghemat energi. Finlandia sendiri menargetkan pada 2050 mendatang tidak ada lagi kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

"Mereka memprogramkan kalau di Finlandia itu tahun 2050 nggak ada lagi kendaraan yang pakai minyak. Nah saya bilang kami bisa ambil teknologi seperti itu," ucapnya.

Selain itu, lanjut Basuki, pertemuan juga membicarakan mengenai pengelolaan air limbah. Finlandia juga merupakan salah satu negara terbaik dalam pengelolaan air limbah. "Dia juga bicara soal pengolahan air limbah, itu jagonya Finlandia," katanya.

Basuki mengaku akan menunjuk PT Jakarta Propertindo untuk melakukan kerjasama bussines to bussines (B to B). Diharapkan pada tahun depan kerjasama ini bisa mulai berjalan. "Kami tunjuk Jakpro untuk kerjasama dengan mereka termasuk pengolahan air limbah, sampah ke listrik itu semua mereka yang kerjain. Saya harap tahun depan sudah bisa," tuturnya.

Jika kerjasama yang dijalankan tidak menguntungkan, maka Pemprov DKI Jakarta bersedia untuk membeli kembali. Hal itu sudah diatur dalam Keputusan Presiden (Kepres) nomor 38 tahun 2015 tentang kerjasama pemerintah dengan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur.

"Saya sudah bilang ke mereka kalau memang nggak visible, jadi kenapa saya tunjuk Jakpro kalau nanti secara bisnis tidak layak, kami beli kembali," tandasnya.

TOP