Minggu, 08 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 765
Baznas Bazis DKI Jakarta kembali akan menghadirkan berbagai program khusus dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Program-program tersebut bagian dari upaya mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.
Untuk mengetahui program khusus apa saja yang akan dijalankan pada Ramadan tahun ini, berikut petikan wawancara khusus beritajakarta bersama Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar.
| Q: | Apa saja program khusus Ramadan yang dilaksanakan Baznas Bazis tahun ini? |
| A: | Pada Ramadan tahun ini, Baznas Bazis memiliki total sekitar 14 program. Dari jumlah tersebut, ada empat program yang bersifat khusus dan merupakan inovasi baru di tahun ini. Sementara program lainnya merupakan program rutin yang memang setiap tahun sudah berjalan dan dilaksanakan kembali pada Ramadan. Empat program khusus ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang lebih spesifik, baik di wilayah DKI Jakarta maupun di luar daerah, khususnya wilayah yang terdampak bencana. Program-program ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program khusus pertama adalah Buka Bareng bersama Chef King Abdi. Program ini menjadi salah satu inovasi karena melibatkan figur publik yang secara langsung memasak dan berinteraksi dengan masyarakat. Chef King Abdi sebelumnya juga telah berperan dalam kegiatan kemanusiaan Baznas Bazis di wilayah Sumatra. Pelaksanaan program ini rencananya akan dilakukan bersama Gubernur DKI Jakarta di satu titik lokasi yang dinilai membutuhkan. Penentuan lokasi masih dalam pembahasan, dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat dan kepadatan penduduk agar program benar-benar tepat sasaran. Inti dari program ini adalah kegiatan memasak langsung oleh Chef King Abdi dan buka puasa bersama masyarakat di lokasi tersebut. Program khusus kedua adalah Bingkisan Lebaran untuk Sumatra, khususnya wilayah Aceh. Baznas Bazis selama ini telah empat tahap memberikan bantuan bagi wilayah Sumatra yang terdampak bencana, dan saat ini sedang berjalan tahap keempat. Pada tahap kelima nanti, salah satu fokusnya adalah pembagian bingkisan Lebaran kepada masyarakat. Bingkisan ini direncanakan untuk sekitar 1.000 penerima manfaat. Adapun isi bingkisan masih dalam tahap perancangan. Dana program ini berasal dari pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari donatur individu, kelompok, maupun CSR. Kemudian ketiga, Program Balik Mondok ditujukan bagi warga DKI Jakarta yang sedang menempuh pendidikan di pesantren. Selama Ramadan, para santri biasanya pulang ke rumah masing-masing di Jakarta dan setelah Lebaran mereka harus kembali ke pondok pesantrennya. Melalui program ini, para santri akan dikumpulkan di satu titik keberangkatan dan difasilitasi transportasi berupa bus untuk kembali ke pesantren mereka. Rencananya, pelepasan santri akan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Jumlah bus masih dalam tahap inventarisasi, dengan perkiraan awal sekitar lima bus atau lebih, tergantung jumlah pendaftar yang mayoritas berada di wilayah Jawa. Lalu program khusus Ramadan selanjutnya ada Bedah Rumah. Sebenarnya sudah menjadi program rutin Baznas Bazis bagi masyarakat tidak mampu. Namun pada Ramadan ini, dibuat program Bedah Rumah khusus dengan kriteria penerima manfaat yang lebih spesifik. Penerima program ini adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi tidak mampu dan memiliki kemampuan sebagai penghafal Al-Qurâan. Prosesnya bukan dalam bentuk lomba, melainkan seleksi berdasarkan tingkat hafalan dan kondisi ekonomi. Jika seseorang memiliki hafalan Al-Qurâan namun secara ekonomi tergolong mampu, maka akan dipertimbangkan kembali. Rencananya akan ada 10 rumah yang dibedah melalui program ini, dengan proses seleksi dilakukan secara online, offline dan survei langsung ke rumah calon penerima. Dari total program Ramadan, terdapat sekitar 10 program lain yang merupakan program rutin dan sudah berjalan setiap tahun. Beberapa di antaranya merupakan program kerja sama dengan Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental). Dua program kerja sama tersebut adalah Duta Imam dan Duta Daâi. Program Duta Imam bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qurâan (LPTQ) yang fokus pada seleksi kemampuan membaca Al-Qurâan untuk imam. Sementara Duta Daâi bekerja sama dengan Kantor Koordinasi Dakwah Islam (KODI) untuk menyeleksi para dai. Kedua program ini telah berjalan dan kembali dilaksanakan pada Ramadan tahun ini. |
| Q: | Apa tujuan utama program khusus Ramadan yang akan dilaksanakan Baznas Bazis? |
| A: | Secara umum, tujuan program-program ini sejalan dengan tugas utama Baznas Bazis, yaitu melakukan penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan ZIS. Hal ini juga sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, yang salah satu fokusnya adalah pengentasan kemiskinan. Baznas Bazis berperan sebagai mitra Pemprov DKI Jakarta, karena kepengurusan atau pimpinan Baznas Bazis ditetapkan melalui keputusan Gubernur. Oleh karena itu, program-program yang dijalankan bertujuan membantu Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta, termasuk melalui momentum bulan Ramadan. Selain aspek kesejahteraan secara ekonomi, program Ramadan juga menyentuh kesejahteraan spiritual. Contohnya program Duta Imam, yang bertujuan menghadirkan imam dengan bacaan Al-Qurâan yang baik, lafaz yang benar, dan suara yang merdu, sehingga jamaah dapat merasakan kekhusyukan dalam salat tarawih. Program ini menyasar masjid-masjid yang tidak mampu membayar imam dengan kualitas bacaan yang baik, sehingga jamaah tetap mendapatkan kenyamanan dan kekhusyukan beribadah selama Ramadan. |
| Q: | Bagaimana Baznas Bazis melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan program-program Ramadan ini? |
| A: | Pelibatan masyarakat dilakukan dalam berbagai bentuk, tergantung pada jenis programnya. Pada program Buka Bersama bersama Chef King Abdi, misalnya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan memasak. Chef King Abdi tidak memasak sendiri, melainkan berinteraksi dan melibatkan warga di lokasi kegiatan, sehingga tercipta kebersamaan. Selain itu, dalam kegiatan buka bersama juga direncanakan adanya bazar yang melibatkan masyarakat sekitar. Pada program-program lain, keterlibatan masyarakat juga terlihat melalui Duta Daâi dan Duta Imam, di mana para dai dan imam tersebut berasal dari masyarakat dan berperan langsung di tengah-tengah jamaah. Bentuk pelibatan lainnya adalah program berbagi takjil di halte-halte transportasi Jakarta yang akan dilaksanakan bekerja sama dengan BUMD transportasi. Melalui program ini, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat kehadiran Baznas Bazis di ruang publik. Untuk bulan Ramadan tahun ini, Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta menargetkan penerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah sebesar Rp150 miliar. Target ini tentu membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif dari masyarakat agar dapat tercapai. Upaya pencapaian target tersebut dilakukan melalui berbagai program yang juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi. Melalui Duta Daâi, Baznas Bazis menitipkan pesan-pesan kepada para dai agar ikut menyampaikan pentingnya kesadaran membayar zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat. Selain itu, dalam kegiatan berbagi takjil dan program lainnya, Baznas Bazis akan menyertakan identitas lembaga, termasuk penyediaan kode QR untuk memudahkan masyarakat yang ingin berdonasi. Pendekatan ini dilakukan tanpa paksaan, melainkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kebaikan selama bulan Ramadan. |
| Q: | Apa target atau sasaran utama dalam program khusus Ramadan ini? |
| A: | Sasaran utama dari seluruh program khusus Ramadan Baznas Bazis adalah masyarakat yang tidak mampu. Kelompok inilah yang menjadi prioritas utama dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program, baik dari sisi bantuan ekonomi maupun bantuan sosial dan keagamaan. Meski demikian, ada beberapa kegiatan yang sifatnya terbuka untuk umum, seperti program Buka Bersama bersama Chef King Abdi. Namun, meskipun dibuka untuk masyarakat luas, tujuan utamanya tetap diarahkan kepada warga yang belum memiliki kesempatan untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik dan benar-benar membutuhkan perhatian serta bantuan. |
| Q: | Bagaimana Baznas Bazis memastikan program ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat? |
| A: | Baznas Bazis memastikan jangkauan program melalui beragam jenis kegiatan yang menyasar kelompok masyarakat dengan karakteristik berbeda. Salah satu contohnya adalah program Hapus Tato yang dilaksanakan selama Ramadan dan telah berjalan di berbagai wilayah. Program ini memang tidak menyasar seluruh masyarakat secara umum, tetapi difokuskan kepada kelompok tertentu yang membutuhkan pendampingan, sehingga tetap memenuhi prinsip tepat sasaran. Untuk program lain seperti pembagian sembako, Baznas Bazis menerapkan proses seleksi penerima manfaat agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Proses ini dilakukan melalui kerja sama dengan kelurahan, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, serta petugas operasional yang berada di lingkungan pemerintahan. Selain data internal Baznas Bazis, pengajuan penerima manfaat juga dapat berasal dari jaringan mitra di lapangan. Misalnya, anak yatim binaan yang diajukan oleh petugas atau lembaga tertentu untuk menerima bantuan sembako. Dengan pola kerja sama dan verifikasi tersebut, Baznas Bazis berupaya memastikan setiap program menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat dan merata. |
| Q: | Apa indikator keberhasilan program khusus Ramadan ini? |
| A: | Indikator keberhasilan utama program-program khusus Ramadan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta adalah sejauh mana manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat sasaran. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana atau jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi dari kemampuan Baznas Bazis dalam mendata dan memastikan siapa saja yang menerima manfaat tersebut. Sebagai contoh, program Buka Puasa bersama Chef King Abdi yang dikemas dengan kegiatan bazar menjadi satu paket kegiatan. Keberhasilannya bukan sekadar dilihat dari jumlah makanan yang habis dibagikan, tetapi dari apakah penerima manfaatnya memang masyarakat yang membutuhkan. Hal yang sama berlaku pada program Bingkisan Lebaran untuk Sumatra, yang secara kuantitas ditargetkan kepada 1.000 penerima, namun secara kualitas dinilai dari ketepatan sasaran. Secara umum, program Ramadan lebih difokuskan pada pendistribusian ZIS. Namun demikian, program-program tersebut juga memiliki efek pendayagunaan dan pengumpulan ZIS. Misalnya pada kegiatan berbagi takjil di halte transportasi, masyarakat merasakan manfaat langsung berupa kemudahan berbuka puasa. Dengan adanya identitas Baznas Bazis pada kemasan dan informasi donasi, program ini juga berfungsi sebagai sarana syiar dan edukasi untuk mendorong kesadaran bersedekah dan berzakat, meskipun tujuan utamanya tetap pada penyaluran manfaat kepada masyarakat. |
| Q: | Bagaimana Baznas Bazis bekerja sama dengan instansi lain dalam melaksanakan program khusus Ramadan ini? |
| A: | Dalam pelaksanaan program Ramadan, Baznas Bazis bekerja sama dengan berbagai lembaga yang masih berada di bawah koordinasi Pemprov DKI Jakarta. Untuk program yang berkaitan dengan keagamaan, seperti Duta Imam dan Duta Daâi, Baznas Bazis menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qurâan (LPTQ) dan Kantor Koordinasi Dakwah Islam (KODI). Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan instansi dan lembaga lain dalam bentuk kolaborasi program, khususnya melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Pada bulan Ramadan, bentuk kolaborasi dengan lembaga lain umumnya difokuskan pada kegiatan Buka Puasa Bersama. Untuk program Bedah Rumah, pendanaannya dapat berasal dari CSR, baik secara penuh maupun sebagian, tergantung bentuk kerja sama yang disepakati. Baznas Bazis juga mengutamakan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dalam beberapa kasus, satu BUMD dapat mendukung penuh program Bedah Rumah, mengingat kebutuhan anggaran yang relatif terjangkau. Sementara itu, untuk perusahaan swasta, Baznas Bazis saat ini sedang membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama agar ke depan kolaborasi dapat diperluas. |
| Q: | Apa dampak yang diharapkan dari program khusus Ramadan ini bagi masyarakat? |
| A: | Dampak utama yang diharapkan adalah terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat penerima manfaat. Dengan bantuan yang diberikan melalui berbagai program Ramadan, beban masyarakat dapat berkurang, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi tidak mampu. Lebih luas, program-program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan secara bertahap membantu menurunkan angka kemiskinan. Ukuran keberhasilannya sederhana, yaitu ketika masyarakat merasa kebutuhannya terbantu dan permasalahan yang dihadapi dapat teratasi melalui kehadiran Baznas Bazis. |
| Q: | Seberapa besar peran program khusus Ramadan ini dalam meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat? |
| A: | Program-program Baznas Bazis memiliki keterkaitan yang erat dengan nilai-nilai keagamaan, karena Baznas Bazis sendiri identik dengan pengelolaan zakat dalam ajaran Islam. Melalui kegiatan membantu dan menolong sesama, program-program ini secara langsung mendorong praktik nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Selama Ramadan, kegiatan pendistribusian bantuan, dakwah, dan pelayanan sosial menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat. Masyarakat yang sering merasakan manfaat bantuan diharapkan juga terdorong untuk ikut berbagi, berdonasi, dan bersedekah. Momentum Ramadan yang sarat nilai religius semakin memperkuat kesadaran spiritual tersebut, baik bagi penerima manfaat maupun bagi masyarakat luas. |