Sabtu, 10 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 137
Dinas Kesehatan (Dinkes DKI Jakarta memastikan belum menemukan kasus superflu di Jakarta hingga kini. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan seiring dinamika penyakit influenza yang terus dipantau secara global dan nasional.
Fokus utama Dinkes saat ini lebih ditekankan kepada upaya pencegahan dan penguatan sistem kewaspadaan dini yang disertai edukasi kepada masyarakat agar tetap waspada tanpa rasa panik.
Untuk mengetahui upaya preventif apa saja yang dilakukan dalam merespons kasus superflu, berikut petikan wawancara khusus beritajakarta.id bersama Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.
| Q: | Apa strategi Dinkes untuk menangkal penyebaran penyakit superflu di Jakarta? |
| A: | Dinas Kesehatan DKI Jakarta secara konsisten melakukan kewaspadaan dini terhadap perkembangan influenza, termasuk berita yang berkembang di masyarakat mengenai superflu. Strategi utama kami adalah pemantauan berjenjang, mulai dari situasi global, nasional, hingga kondisi di DKI Jakarta. Selain itu, kami mengoptimalkan pemantauan kasus melalui fasilitas kesehatan sentinel dengan mekanisme pemeriksaan spesimen sesuai alur Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat. Di saat yang sama, kami terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait langkah pencegahan dan pengendalian influenza agar masyarakat tetap waspada, namun tidak panik. |
| Q: | Bagaimana Dinkes memantau penyebaran penyakit ini? |
| A: | Informasi resmi terkait varian atau subtipe influenza, termasuk yang sering disebut sebagai superflu, bersumber dari Kementerian Kesehatan, berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK). Di tingkat daerah, Dinas Kesehatan DKI Jakarta secara aktif mengoptimalkan pengambilan dan pelaporan sampel kasus influenza melalui fasilitas kesehatan sentinel ILI dan SARI. Data ini menjadi bagian penting dalam sistem surveilans nasional untuk memantau tren dan pola penyebaran penyakit. |
| Q: | Bagaimana Dinkes meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi superflu? |
| A: | Vaksinasi influenza merupakan rekomendasi WHO dan Kementerian Kesehatan sebagai salah satu upaya penting untuk menurunkan keparahan penyakit serta risiko rawat inap, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan penderita penyakit penyerta. Upaya pencegahan dan pengendalian influenza, termasuk melalui vaksinasi, selalu kami sampaikan dalam berbagai kegiatan promosi dan edukasi kesehatan di tingkat puskesmas, kecamatan, kabupaten atau kota hingga provinsi. Saat ini, vaksin influenza juga telah tersedia di beberapa RSUD di DKI Jakarta, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih luas. |
| Q: | Apa protokol yang diterapkan Dinkes jika terjadi kasus superflu di Jakarta? |
| A: | Apabila ditemukan kasus terkonfirmasi, Dinas Kesehatan akan melakukan penyelidikan epidemiologi sesuai standar untuk memahami faktor risiko dan potensi penularan. Kami juga akan menyampaikan perkembangan situasi kepada masyarakat melalui kanal resmi agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan kepanikan. Bersamaan dengan itu, langkah-langkah pencegahan dan pengendalian akan diperkuat, baik pada pasien maupun masyarakat umum, seperti penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), etika batuk, serta pemahaman kapan harus segera ke fasilitas kesehatan. Di sisi layanan, kami terus melakukan sosialisasi dan penguatan kepada fasilitas kesehatan terkait tata laksana kasus ISPA dan pneumonia agar penanganan berjalan optimal. |
| Q: | Bagaimana Dinkes memastikan ketersediaan vaksin dan obat-obatan untuk menangani superflu? |
| A: | Dinas Kesehatan secara rutin memantau ketersediaan logistik kesehatan dan menerapkan sistem buffer untuk memastikan stok tetap aman. Obat-obatan yang disiapkan mencakup obat simptomatik seperti antipiretik, antihistamin, multivitamin, serta antivirus sesuai indikasi medis. Untuk vaksin, kami terus berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan agar ketersediaan dan distribusinya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Tetapi sampai saat ini sesuai kebijakan Pemerintah Pusat vaksin influenza belum masuk sebagai vaksin rutin program. |
| Q: | Bagaimana Dinkes bekerja sama dengan instansi lain dalam mencegah penyebaran superflu di Jakarta? |
| A: | Pencegahan penyakit menular membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan terus memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, seperti Diskominfotik, Dinas Pendidikan, dan Disnakertrans, agar pesan-pesan kesehatan dapat tersampaikan secara luas, seragam dan mudah dipahami. |
| Q: | Apa peran yang bisa dilakukan masyarakat dalam membantu pencegahan penyebaran superflu? |
| A: | Peran masyarakat sangat penting. Masyarakat diharapkan aktif mencari dan menyebarkan informasi kesehatan yang valid, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Selain itu, membiasakan PHBS seperti cuci tangan pakai sabun, menerapkan etika batuk, menjaga daya tahan tubuh, serta mengenali gejala kapan harus ke fasilitas kesehatan, menggunakan masker bila terkena flu merupakan langkah sederhana namun sangat efektif. Masyarakat juga diharapkan turut melindungi kelompok rentan di lingkungan sekitarnya. |
| Q: | Apa target dan indikator keberhasilan program pencegahan superflu di Jakarta? |
| A: | Keberhasilan program diukur dari terkendalinya kasus, yang ditandai dengan pasien teridentifikasi dengan baik, terpantau, mendapatkan tata laksana yang sesuai, serta menerapkan langkah pencegahan agar tidak menularkan ke lingkungan sekitar. Tujuan akhirnya adalah menekan keparahan penyakit dan risiko rawat inap, hingga pasien dapat pulih dengan baik. |
| Q: | Bagaimana Dinkes memantau dan mengevaluasi efektivitas program pencegahan superflu? |
| A: | Dinas Kesehatan melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) di tingkat kecamatan, kabupaten atau kota, hingga provinsi. Evaluasi dilakukan dengan melihat cakupan informasi yang disampaikan, keterlibatan lintas sektor, partisipasi masyarakat, serta indikasi perubahan perilaku kesehatan di masyarakat sebagai dampak dari kegiatan promosi kesehatan. |
| Q: | Bagaimana Dinkes memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tepat tentang superflu? |
| A: | Kami berkomitmen untuk terus menyediakan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara rutin dan intensif melalui berbagai kanal, baik media online, media sosial, pemberitaan media massa, maupun penyuluhan langsung oleh puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di wilayah kecamatan. |