Djarot: Myanmar Tertarik Jakarta Smart City

Jumat, 24 April 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 6137

Djarot: Myanmar Tertarik Jakarta Smart City

(Foto: Reza Hapiz)

Pemerintah Myanmar tertarik dangan program Jakarta Smart City yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta untuk mempermudah masyarakat melaporkan berbagai persoalan terkait sampah, macet, banjir, jalan rusak, dan sebagainya.

Mereka bertanya tentang Jakarta Smart City itu. Bagaimana warga bisa berpartisipasi secara langsung dan memberi masukan atau komplain

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat mengatakan, pemerintah Myanmar melihat Jakarta sangat mirip dengan Yangon, ibu kota Myanmar sebelumnya yang jumlah penduduknya mencapai 5,1 juta jiwa. Mereka tertarik melihat aplikasi Jakarta Smart City yang dikembangkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Mereka bertanya tentang Jakarta Smart City itu. Bagaimana warga bisa berpartisipasi secara langsung dan memberi masukan atau komplain kalau ada pelayanan-pelayanan pemerintah yang kurang memuaskan, seperti jalan berlubang dan lampu jalan yang mati. Bagaimana kita bisa menerima informasi dengan cepat agar bisa segera ditindaklanjuti," kata Djarot, di Balaikota, Jumat (24/4).

Selain Jakarta Smart City, kata Djarot, masalah pembangunan transportasi di ibu kota juga dibicarakan dalam pertemuan dengan pemerintah Myanmar, Kamis (23/4) kemarin. Terlebih, saat ini sedang dibangun Mass Rapid Transit (MRT) koridor Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Kami juga tukar menukar informasi tentang pembangunan perkotaan antara Yangon dengan Jakarta. Karena Yangon juga cukup padat penduduknya sekitar 5,1 juta jiwa. Dia ingin tanya tentang pembangunan transportasi di sini. Di Yangon, infonya masih belum semacet Jakarta. Dia sangat tertarik dengan terobosan untuk membangun MRT," jelasnya.

Kendati demikian, lanjut mantan Walikota Blitar ini, belum ada perjanjian kerja sama tertulis. Karena masih dalam tahap penjajakan terlebih dahulu. "Sekarang masih penjajakan, tapi kita juga perlu belajar di sana karena infonya di sana sangat tertib, jalannya lebar-lebar," katanya.

Djarot juga berencana mengunjungi Yangon, dalam rangka sister city. Karena menurutnya, Myanmar punya ikatan historis yang kuat dengan Indonesia, termasuk mereka yang menginisiasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika.

"Jadi Perdana Menteri Myanmar dulu punya hubungan sangat kuat dengan mantan Presiden Soekarno dan ada kemauan kuat memerdekakan negara-negara Asia Afrika. Kalau perlu, kita akan ke Myanmar karena kita tidak hanya belajar pada negara-negara maju, tapi juga dari negara berkembang," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Jakarta Smart City Segera Hadir di Apple Store

Jakarta Smart City Segera Hadir di Apple Store

Rabu, 15 April 2015 5702

media sosial week

Jakarta Smart City Diapresiasi dalam Ajang Social Media Week

Rabu, 25 Februari 2015 6368

Di Hadapan Para Dubes, Ahok Kenalkan Jakarta Smart City

Di Hadapan Para Dubes, Ahok Kenalkan Jakarta Smart City

Senin, 02 Februari 2015 5568

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7155

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4842

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2705

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2567

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1243

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks