Senin, 17 Maret 2014
Reporter: Folmer
Editor: Agustian Anas
4211
(Foto: doc)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membangun rumah susun sewa (rusunawa) yang dilengkapi fasilitas pasar rakyat. Sebab, sebagian besar orang Indonesia lebih menyukai belanja di pasar tradisional ketimbang pasar modern.
"Pasar rakyat seperti PKL, sewanya dihitungnya harian. Di atas nya sudah jelas ada pangsa pasar para penghuni rusun. Jadi, mirip superblok SCBD atau Central Park, tapi di bawahnya itu PKL. Selain 24 jam orang datang buat belanja, penghuni di atas pun pasti turun belanja ke bawah," kata Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Senin (17/3).
Menurut Basuki, masyarakat masih belum sepenuhnya melupakan keberadaan pasar tradisional, walaupun saat ini keberadaan pasar modern semakin marak. "Jujur saja kita masih sempat ke pasar tradisional. Kalau ada pasar rakyat, orang bakal ke sana," ujar mantan Bupati Belitung Timur ini.
Bahkan, Basuki mengaku telah mensurvei orang Asia itu lebih senang ke pasar tradisional. "Coba disurvei, dalam kurun waktu sebulan, orang kita berapa kali ke supermarket ? Paling dua kali. Tapi berapa kali orang ke pasar Tradisional? Bisa 28 kali dalam sebulan. Artinya ada potensi dari pasar tradisional ini, tinggal bagaimana cara kita memplotnya," ungkapnya.
Namun, Basuki mengaku, konsep pembangunan rusunawa yang dilengkapi sarana pasar tradisional tidak bisa diwujudkan dalam waktu singkat. "Pak gubernur punya konsep seperti itu, tapi orang kan gak sabar. Emangnya bikin pasar terus pindahin ke sana itu gampang ? Kita baru satu tahun lebih gitu lho. Tapi semua sudah di track yang benar. Jalannya juga udah oke kok," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3885
Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan
Selasa, 03 Februari 2026
453
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
738
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026