Peringkat Bank DKI Naik Jadi idAA-

Rabu, 12 Maret 2014 Reporter: Agustian Anas Editor: Agustian Anas 3392

pelayanan_bank-dki.jpg

(Foto: doc)

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) menaikkan rating peringkat Bank DKI dari id A+ menjadi id AA-.  PT Pefindo juga menaikkan rating Obligasi VI tahun 2011 yang belum jatuh tempo dari id A+ menjadi id AA- dan peringkat obligasi Subordinasi II/2011 Seri A dan Seri B yang belum jatuh tempo dari id A menjadi id A+.

Peningkatan peringkat tersebut didorong oleh adanya perbaikan yang berkelanjutan dari profil permodalan dan kualitas aset Bank DKI. Prospek “stabil” ditetapkan atas peringkat Bank. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham pengendali Bank berupa setoran modal sebesar Rp 800 miliar di tahun 2013 dan rencana Pemprov DKI memberikan tambahan modal sebesar Rp 1 triliun di tahun 2014 serta kuatnya pasar captive Bank DKI di Provinsi DKI Jakarta serta profil likuiditas Bank DKI yang kuat. Akan tetapi, peringkat tersebut dibatasi oleh tingkat profitabilitas yang moderat dan sumber pendanaan yang relatif terkonsentrasi. Pefindo menilai Bank DKI memiliki kemampuan untuk melunasi Obligasi Subordinasi II/2011 yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2014 menggunakan arus kas yang dihasilkan dan aset likuidnya.

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono menyambut positif adanya kenaikan peringkat tersebut. Dengan adanya kenaikan rating tersebut, kata Eko, diharapkan akan semakin menaikkan tingkat kepercayaan masyarakat, nasabah, dan dunia usaha kepada Bank DKI. Eko menuturkan, pesanan atas Obligasi VI dan Obligasi Subordinasi II tahun 2011 dengan total nilai sebesar Rp 750 miliar rupiah mengalami oversubscribed dan dana dari obligasi tersebut telah dimaksimalkan untuk penyaluran kredit. Eko menjelaskan, Bank DKI siap melunasi kewajiban Obligasi VI/2011 Seri A senilai Rp 125 yang akan jatuh tempo pada 17 Juni 2014.

Eko mengungkapkan, tahun 2013 Bank DKI menyalurkan kredit sebesar Rp 20,02 triliun atau meningkat sebesar 37,57% dari tahun 2012 sebesar Rp 14,55 triliun. “Pertumbuhan penyaluran kredit ini bahkan berada di atas rata-rata industri perbankan di Indonesia ataupun jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah,” ujar Eko, dalam siaran pers yang diterima beritajakarta.com, Rabu (12/3).

Bank DKI di tahun 2013 juga memperoleh peningkatan laba yang impresif. Tahun 2013, Bank DKI mampu mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp 801 miliar atau tumbuh signifikan 77,61% dibanding tahun 2012 yang hanya sebesar Rp 451 miliar. Pertumbuhan total aset Bank DKI juga meningkat sebesar 15,51% dari Rp 26,62 triliun pada tahun 2012 menjadi Rp30,74 triliun pada akhir tahun 2013. Di tahun 2014, Bank DKI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 27,2% dengan memilih sektor yang tidak rentan terhadap guncangan perekonomian Indonesia seperti sektor retail.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3616

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 646

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1419

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1035

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks