DTKJ: Pemindahan Status IKN Harus Ditindaklanjuti Secara Adaptif

Kamis, 14 April 2022 Reporter: Yudha Peta Ogara Editor: Erikyanri Maulana 3330

Perpindahan IKN, DTKJ: Jakarta Harus Adaptif

(Foto: Yudha Peta Ogara)

Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) menilai pemindahan status Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, harus ditindaklanjuti secara adaptif.

Bandul ekonomi tetap dipusatkan di Jakarta

Ketua DTKJ, Haris Muhammadun menjelaskan, Jakarta terus bergerak menata ulang simpul-simpul infrastruktur transportasi. Proses perpindahan IKN dianggap sebagai kesempatan yang baik untuk mendukung berbagai upaya penataan di bidang transportasi.

"Harus adaptif mewujudkan pola keseimbangan ruang terbuka dengan pusat kegiatan, baik permukiman maupun pusat bisnis. Contohnya, di Jakarta International Stadium (JIS) Jakarta Utara. Di kanan dan kiri JIS masih banyak permukiman padat. Kita punya mimpi di JIS ada konsolidasi lahan atau lainnya yang bisa mewujudkan keseimbangan tata ruang," ujar Haris, Kamis (14/4).

Menurutnya, pemindahan IKN harus dimanfaatkan untuk memformat kembali tata ruang di Jakarta. Tentunya Jakarta harus belajar dari berbagai negara yang sudah lebih dulu melakukan pemindahan IKN. Misalnya, Australia yang sempat mengalami tarik menarik antara Melbourne - Sydney namun akhirnya Canberra yang terpilih. Namun kemudian Melbourne dan Sydney bisa menjadi kota maju dengan tipikal masing-masing.

Kembali ke transportasi, Haris mengatakan, paling utama persoalan di Jakarta adalah perjalanan commuter yang bergerak pada waktu yang sama dengan arah yang sama. Pagi ke tengah kota, sore ke pinggiran kota. Salah satu solusi yang harus dihadirkan adalah, sambil menata lahan yakni meningkatkan ruang vertikal, memperbaiki tata ruang, sehingga tulang punggung pergerakan warga nantinya adalah angkutan umum.

"Jakarta nantinya akan tetap melanjutkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT), Transjakarta dan lainnya. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) selaras dengan pembangunan angkutan umum massal,” katanya.

Haris mencontohkan, di kawasan simpang CSW, Dukuh Atas penataan masih terus berlangsung. Kawasan Dukuh Atas ke depan ditargetkan mirip dengan Shibuya di Jepang. Dukuh Atas bisa menjadi simpul paling padat tempat pertemuan commuter KRL, LRT Jabodetabek, kereta bandara, MRT, dan Transjakarta.

Di sisi lain, Jakarta juga terus melakukan penataan kereta seperti di Stasiun Tanah Abang, Senen, Juanda, Tebet, sampai kawasan Stasiun Kota di mana di Kota Tua diterapkan Low Emmision Zone (LEZ).

"Jadi perpindahan IKN bukan untuk memindahkan pusat ekonomi. Bandul ekonomi tetap dipusatkan di Jakarta,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ini Rekomendasi DTKJ Untuk Pembangunan Sistem Transportasi Masa Transisi di Pemprov DKI 2023-2024

Ini Rekomendasi DTKJ untuk Pembangunan Sistem Transportasi Tahun 2023-2024

Kamis, 07 April 2022 3578

 3 Tahun Beroperasi, MRT Bertekad Inisiasi New Lifestyle

Tiga Tahun Beroperasi, Ini Harapan PT MRT Jakarta

Kamis, 24 Maret 2022 3601

DKI - DTKJ Gelar FGD Mempertanyakan Kembali Keselamatan Transjakarta

Dishub-DTKJ Gelar FGD Bahas Peningkatan Kualitas Layanan Transjakarta

Rabu, 06 April 2022 3414

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 866

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 757

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1145

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 587

Petugas lh mayday monas desi

Petugas Gerak Cepat Bersihkan Sampah Usai Peringatan Hari Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 983

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks