Wacana Pendamping Basuki Makin Menguat

Sabtu, 15 Maret 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 3253

ahok_wwncr_worldbank_dokbj.jpg

(Foto: doc)

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo secara resmi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (capres) dari PDIP di ajang Pilpres 2014. Jika nanti Jokowi menang dalam pesta demokrasi tersebut, otomatis Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, akan naik posisinya menjadi gubernur. Sedangkan, wacana calon wagubnya terus menguat. Bahkan, Gerindra berharap ada calon dari partainya yang diajukan sebagai pendamping Basuki.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, M Sanusi mengatakan, jika Jokowi terpilih menjadi Presiden maka otomatis Basuki yang akan menjadi gubernur. Kendati Basuki berasal dari Partai Gerindra, pihaknya tetap meminta agar calon yang diusulkan untuk menempati posisi wagub juga dari partainya.

Bahkan, dirinya mengancam jika ada dua nama calon wagub diusulkan dan keduanya berasal dari PDIP, maka pihaknya tidak akan menandatangani kesepakatan tersebut. "Bila misalnya dua nama calon wagub, lalu dua-duanya dari PDI Perjuangan, kita (Gerindra) tidak mau tanda tangan, harus ada satu calon dari Gerindra,” kata Sanusi, Sabtu (15/3).

Menurut Sanusi, Gerindra juga berperan dalam mengusung pasangan Jokowi-Basuki di ajang Pilgub DKI 2012 lalu. Sehingga, Wagub DKI tidak harus berasal dari PDIP saja. Karena Gerindra juga punya hak yang sama, walaupun Jokowi berasal dari PDIP.

“Jadi wagub bukan harus dari PDIP saja, Gerindra tetap punya hak mencalonkan, karena di 2012, PDIP tidak bisa mengajukan calon sendiri, dan Gerindra juga tidak bisa mencalonkan sendiri. Artinya biarlah nanti yang menentukan DPRD DKI Jakarta, itu pun anggota DPRD yang lama (2009-2014) bukan anggota DPRD yang baru nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sah-sah saja bila Wagub DKI yang akan menemaninya berasal dari Gerindra. Namun, dirinya mengingatkan bila secara etika moral itu tidak bisa dibenarkan. “Saya tidak tahu (siapa wagub) tergantung PDIP. Kalau Mbak Rieke sudah siap? Kalo Teten Masduki gimana? Rieke dulu calon gubernur, Teten calon wakil gubernur. Nanti saya sama Rieke, kalian semua curiga melulu gue rapat berdua, repot juga kita,” ucapnya.

Sedangkan anggota Fraksi PDIP DKI Jakarta, Wiliam Yani mengatakan, keputusan untuk memilih pendamping Basuki berada di partainya. Namun, jika Partai Gerinda mengusulkan nama dari partainya tidak masalah. "Semua keputusan ada di partai pengusung, yakni PDIP. Tapi jika meminta tidak masalah, agar kadernya dimasukkan. Cuma sekali lagi keputusan hanya dari PDIP," kata Wiliam.

Diakui Wiliam, secara resmi nama-nama pengganti Jokowi untuk mendampingi Basuki belum ada. Namun, ada beberapa nama yang sering menjadi pembahasan dalam rapat, seperti Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Syahrial, anggota DPRD Adang Ruchyatna, Wakil Ketua DPRD DKI Boy Sadikin, anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2858

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1256

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1046

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1188

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 579

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks