Wacana Pendamping Basuki Makin Menguat

Sabtu, 15 Maret 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 3177

ahok_wwncr_worldbank_dokbj.jpg

(Foto: doc)

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo secara resmi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (capres) dari PDIP di ajang Pilpres 2014. Jika nanti Jokowi menang dalam pesta demokrasi tersebut, otomatis Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, akan naik posisinya menjadi gubernur. Sedangkan, wacana calon wagubnya terus menguat. Bahkan, Gerindra berharap ada calon dari partainya yang diajukan sebagai pendamping Basuki.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, M Sanusi mengatakan, jika Jokowi terpilih menjadi Presiden maka otomatis Basuki yang akan menjadi gubernur. Kendati Basuki berasal dari Partai Gerindra, pihaknya tetap meminta agar calon yang diusulkan untuk menempati posisi wagub juga dari partainya.

Bahkan, dirinya mengancam jika ada dua nama calon wagub diusulkan dan keduanya berasal dari PDIP, maka pihaknya tidak akan menandatangani kesepakatan tersebut. "Bila misalnya dua nama calon wagub, lalu dua-duanya dari PDI Perjuangan, kita (Gerindra) tidak mau tanda tangan, harus ada satu calon dari Gerindra,” kata Sanusi, Sabtu (15/3).

Menurut Sanusi, Gerindra juga berperan dalam mengusung pasangan Jokowi-Basuki di ajang Pilgub DKI 2012 lalu. Sehingga, Wagub DKI tidak harus berasal dari PDIP saja. Karena Gerindra juga punya hak yang sama, walaupun Jokowi berasal dari PDIP.

“Jadi wagub bukan harus dari PDIP saja, Gerindra tetap punya hak mencalonkan, karena di 2012, PDIP tidak bisa mengajukan calon sendiri, dan Gerindra juga tidak bisa mencalonkan sendiri. Artinya biarlah nanti yang menentukan DPRD DKI Jakarta, itu pun anggota DPRD yang lama (2009-2014) bukan anggota DPRD yang baru nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sah-sah saja bila Wagub DKI yang akan menemaninya berasal dari Gerindra. Namun, dirinya mengingatkan bila secara etika moral itu tidak bisa dibenarkan. “Saya tidak tahu (siapa wagub) tergantung PDIP. Kalau Mbak Rieke sudah siap? Kalo Teten Masduki gimana? Rieke dulu calon gubernur, Teten calon wakil gubernur. Nanti saya sama Rieke, kalian semua curiga melulu gue rapat berdua, repot juga kita,” ucapnya.

Sedangkan anggota Fraksi PDIP DKI Jakarta, Wiliam Yani mengatakan, keputusan untuk memilih pendamping Basuki berada di partainya. Namun, jika Partai Gerinda mengusulkan nama dari partainya tidak masalah. "Semua keputusan ada di partai pengusung, yakni PDIP. Tapi jika meminta tidak masalah, agar kadernya dimasukkan. Cuma sekali lagi keputusan hanya dari PDIP," kata Wiliam.

Diakui Wiliam, secara resmi nama-nama pengganti Jokowi untuk mendampingi Basuki belum ada. Namun, ada beberapa nama yang sering menjadi pembahasan dalam rapat, seperti Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Syahrial, anggota DPRD Adang Ruchyatna, Wakil Ketua DPRD DKI Boy Sadikin, anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5071

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1291

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1438

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1366

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 553

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks