DTKJ Sampaikan Hasil Survei Tarif Maksimal Integrasi Transportasi

Kamis, 24 Maret 2022 Reporter: Yudha Peta Ogara Editor: Andry 3060

DTKJ Sampaikan Hasil Survei Tentang Tarif Maksimal Integrasi Transportasi

(Foto: Yudha Peta Ogara)

Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) telah mengadakan Survei Integrasi Tarif Transportasi pada periode 25-27 Juli 2021.

Hasil survei ini telah kami sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi B DPRD DKI Jakarta

Survei tersebut dilakukan untuk memahami karakteristik pengguna transportasi umum dan preferensi atas integrasi tarif transportasi di DKI Jakarta. 

"Hasil survei ini telah kami sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi B DPRD DKI Jakarta sehari yang lalu," kata Adrianus Satrio Adi Nugroho, Komisi Hukum dan Humas DTKJ, Kamis (24/3).

Adrianus menjelaskan, dari hasil survei terhadap 1.523 responden ini diketahui pengeluaran masyarakat untuk biaya transportasi publik di luar kendaraan pribadi, taksi, sewa khusus, ojek online dan ojek pangkalan sebesar 62,6 persen (kurang dari Rp 500 ribu) per bulan.

"Pengeluaran masyarakat Jakarta untuk biaya transportasi ada pula yang sebesar 25,2 persen (Rp 500 ribu-Rp 1 juta per bulan. Sisanya di atas Rp 1 juta," ungkapnya.

Menurut Adrianus, jika mengacu pada nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2021 yang sebesar Rp 4.416.548, maka pengeluaran penduduk Jakarta dan sekitarnya untuk biaya transportasi publik paling tinggi sebesar 22,64 persen dari total pendapatan.

Dari hasil survei diketahui, frekuensi penggunaan angkutan umum masyarakat Jakarta dan sekitarnya dalam satu hingga dua kali selama sepekan sebesar 38,3 persen.

Di samping itu ada pula masyarakat yang menggunakan angkutan umum lima sampai enam kali  dalam sepekan sebesar 34,3 persen dan tiga sampai empat kali dalam sepekan sebesar 27,5 persen.

"Dengan demikian, pengguna angkutan umum captive sebesar 34,3 persen," jelas Adrianus.

Ia melanjutkan, karakteristik perjalanan pengguna angkutan umum di wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan jarak tempuh dengan presentase terbesar di atas 20 kilometer. Sedangkan total waktu dalam satu kali perjalanan sebagian besar dari penduduk Jakarta dan sekitarnya diketahui berkisar 30-60 menit.

Berdasarkan hasil survei, total waktu perpindahan moda transportasi di setiap simpul transportasi (stasiun, terminal dan halte) sebesar 67,6 persen dengan waktu lima hingga 10 menit.

"Angka presentase ini menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dilakukan dalam memperbaiki sistem integrasi transportasi di Jakarta," tandas Adrianus.

BERITA TERKAIT
Kapasitas Penumpang Transjakarta Kembali 100 Persen

Kapasitas Penumpang Transjakarta Kembali 100 Persen

Jumat, 11 Maret 2022 4854

LRT Jakarta Berkolaborasi Kembangkan Digitalisasi dan Integrasi Sistem Layanan Transportasi

LRT Jakarta Kolaborasi Kembangkan Digitalisasi dan Integrasi Sistem Layanan Transportasi

Kamis, 10 Maret 2022 3343

Bus Listrik Transjakarta Diapresiasi Warga

Bus Listrik Transjakarta Diapresiasi Warga

Rabu, 09 Maret 2022 3501

BERITA POPULER
IMG 20260225 WA0053

Pengendara Diminta Tak Lintasi Jalan Kampung Kramat

Rabu, 25 Februari 2026 42022

IMG 20260221 WA0050

Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

Sabtu, 21 Februari 2026 3745

Pelepasan jenazah Harianto Badjoeri tiyo

Kasatpol PP DKI Periode 2005-2010 Harianto Badjoeri Wafat

Senin, 23 Februari 2026 2123

IMG 20260221 WA0159

Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

Sabtu, 21 Februari 2026 2095

Verifikasi mudik gratis jakut anita2

Program Mudik Gratis 2026 Disambut Antusias Warga Jakarta Utara

Jumat, 27 Februari 2026 509

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks