Pro kontra mengenai pengambilan saham PT Pam Lyonnaise Jaya (Palyja) oleh PT Jakarta Propertindo terus bergulir. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pun meminta agar PT Jakpro menjalin komunikasi dengan LBH Jakarta yang melakukan gugatan atas rencana akuisisi saham tersebut.
"Saya sudah pesan sama Jakpro, supaya bicara secara terbuka. Ini untuk kepentingan air bersih yang ada di Jakarta," ujar Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (26/3).
Dikatakan Jokowi, tujuan koalisi masyarakat dan LBH dengan Pemprov DKI Jakarta sebetulnya sama. Namun caranya saja yang berbeda. Sehingga harus ada komunikasi yang baik antara keduanya agar tujuan penghapusan swastanisasi air bersih di ibu kota bisa terlaksana
Terlebih, dengan adanya gugatan tersebut justru menghambat pembelian saham Palyja. Semula pembelian saham ditargetkan rampung pada Desember 2013. Namun, karena ada gugatan dan beberapa masalah lainnya maka pembelian saham pun diundur.
Sementara itu, Direktur PT Jakpro, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya siap melakukan komunikasi dengan koalisi masyarakat yang diwakili oleh LBH. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menemui LBH untuk melakukan pembicaraan untuk mendapatkan win win solution. "Kita sedang membangun understanding dengan para komunitas yang menentang. Karena saya merasa esensi keinginan Pemprov DKI dengan penggugat sama, yakni hak atas air," kata Budi.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung
Selasa, 02 Juni 2026
5696
Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan
Minggu, 07 Juni 2026
1436
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya
Jumat, 05 Juni 2026
1736
PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong
Kamis, 04 Juni 2026
1348
Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik