30 Petugas P3S Ikuti Pelatihan Resusitasi Jantung Paru

Selasa, 05 Oktober 2021 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 2607

30 Petugas P3S Dilatih Resusitasi Jantung Paru

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Sebanyak 30 petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) dari lima wilayah kota di Jakarta mengikuti Pelatihan Resusitasi Jantung Paru di Kantor Dinas Sosial, Jalan Gunung Sahari II, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (5/10).

Pertolongan pertama 

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Maria Margaretha menilai pentingnya pelatihan ini diikuti oleh petugas P3S mengingat mobilitas mereka yang tinggi. Sehingga, memungkinkan bertemu dengan berbagai peristiwa. Petugas P3S merupakan garda terdepan yang seringkali berhadapan dengan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

"Terdapat kemungkinan mereka bertemu dengan lansia terlantar yang kronis dan alami henti nafas. Berbekal ilmu dari pelatihan ini, mereka bisa mengambil tindakan awal sebelum ambulans datang atau di bawa ke rumah sakit," ujarnya.

Menurutnya, petugas P3S juga sering berada di jalan dan bisa melihat adanya kecelakaan lalu lintas atau hal lainnya. Sebagai makhluk sosial, dengan pelatihan ini, mereka dapat memiliki bekal untuk memberikan pertolongan pertama orang yang mengalami henti jantung dan henti nafas.

"Saya mendukung penuh mereka mengikuti pelatihan ini," terangnya.

Sementara itu, pemateri Pelatihan Resusitasi Jantung Paru yang merupakan dokter spesialis syaraf dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Eka Musridharta menjelaskan, tujuan diberikannya Resusitasi Jantung Paru ini untuk menjaga jalannya aliran darah, memaksimalkan oksigen serta meminimalisasi kerusakan neurologis.

"Resusitasi Jantung Paru merupakan tindakan yang diberikan pada seseorang yang mengalami henti napas dan henti jantung oleh sebab apapun, misalnya serangan jantung, kecelakaan, tenggelam dan sebab lain. Melalui pelatihan ini, mereka diberikan teknik penanganan mulai dari tahapan hingga sasarannya yang meliputi usia dewasa, anak-anak atau balita," tandasnya.

Untuk diketahui, usai pelatihan, petugas P3S juga diberikan buku saku sebagai modul acuan ketika menghadapi PPKS atau orang yang mengalami henti nafas usai pelatihan.

BERITA TERKAIT
Dinsos Perbaharui DTKS Penerima KJP Plus Tahap II

Dinsos Lakukan Pemutakhiran DTKS untuk KJP Plus Tahap Dua

Selasa, 05 Oktober 2021 4003

Dinsos DKI Cairkan Dana Tahap III Program KLJ, KPDJ dan KAJ

Pemprov DKI Cairkan Bansos KLJ, KPDJ dan KAJ Tahap III

Rabu, 29 September 2021 2272

Pemprov DKI Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

Pemprov DKI Gelar Vaksinasi COVID-19 Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

Selasa, 07 September 2021 2130

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7111

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4800

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1882

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2470

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1013

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks