1.780 Peserta Ikuti Webinar Remaja Melek Stunting

Selasa, 22 Juni 2021 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 2150

 1.780 Peserta Ikut Webinar Remaja Melek Stunting

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Sebanyak 1.780 peserta mengikuti webinar bertema "Remaja Melek Stunting" yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK, Unika Atma Jaya dan Universitas MH Thamrin.

Mewujudkan keluarga yang berkualitas

Webinar yang ditayangkan melalui Zoom dan Youtube diikuti peserta yang terdiri dari Forum Genre DKI, Pengurus dan anggota Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, PKK, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Kader Poktan dan Dasa Wisma.

Sekretaris Dinas PPAPP DKI Jakarta, Joko Santoso mengatakan, kegiatan webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja, kader dan masyarakat tentang pencegahan stunting. Termasuk, kaitannya dengan upaya meminimalisir pernikahan dini atau perkawinan usia muda.

"Webinar ini mendukung Indonesia Emas 2045, mewujudkan keluarga yang berkualitas dan keluarga yang bebas dari stunting," ujarnya, Selasa (22/6).

Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Suni Sigit Wijatmoko menuturkan, pencegahan stunting menjadi prioritas nasional dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan.

Indonesia sudah membuat program 1.000 Hari Pertama Kehidupan yaitu suatu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM. Program ini menekankan bahwa kualitas manusia ditentukan sejak awal di dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.

"Ibu hamil perlu berusaha mempertahankan kecukupan asupan nutrisi demi optimalnya proses pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Pentingnya pengetahuan dalam pemenuhan nutrisi selama hamil hingga anak berusia dua tahun harus diketahui oleh remaja putri yang kelak menikah, hamil dan memiliki anak," terangnya.

Menurutnya, pencegahan stunting bukan suatu proses yang singkat dan mudah, melainkan jalan panjang yang harus didukung oleh berbagai aspek terutama ibu itu sendiri sebagai pondasi utama pencegahan agar anak yang lahir tidak stunting.

"Mengingat pentingnya pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting maka remaja putri perlu mendapat informasi yang benar dan utuh tentang pencegahan stunting," ungkapnya.

Ia menambahkan, pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan semua pihak, setiap keluarga Indonesia. Upaya percepatan perbaikan gizi membutuhkan komitmen semua pihak, baik PKK, pemerintah, lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan, akademisi, organisasi profesi, media massa, dunia usaha/mitra pembangunan serta masyarakat secara keseluruhan.

"Saya berharap kerja sama ini berhasil mencapai satu tujuan utama yaitu perbaikan generasi masa depan yang sehat dan produktif serta memiliki daya saing," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Dinas PPAPP Berkolaborasi Adakan Webinar Kemandirian Keluarga

Dinas PPAPP Berkolaborasi Adakan Webinar Kemandirian Keluarga

Kamis, 17 Juni 2021 2341

 10 Jakpreneur Dinas PPAPP Dapat Subsidi Pendaftaran Hak Merek

10 Jakpreneur Dinas PPAPP Dapat Bantuan Pendaftaran Hak Merek

Jumat, 11 Juni 2021 2256

 3.000 Peserta Ikut Webinar Gapai Generasi Sehat, Kreatif dan Produktif di Masa Bonus Demografi

3.000 Peserta Ikuti Webinar Generasi Sehat

Senin, 14 Juni 2021 1970

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5201

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1331

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1446

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1374

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 560

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks