Rumah susun sewa (Rusunawa) Tambora, Jakarta Barat, yang mulai direnovasi bulan November 2013 lalu tak kunjung terlihat selesai pengerjaannya. Bahkan, hingga saat ini proses renovasi baru mencapai kisaran 30 persen saja. Tak ayal, warga penghuni lama pesimis dapat menempati unit rusunawa.
Pantauan beritajakarta.com, pembangunan Rusunawa Tambora yang terbagi dalam tiga tower itu baru tower A saja yang terlihat berdiri 11 lantai, sedangkan tower B dan C baru mencapai dua dan tiga lantai. Pembangunanya pun baru tahap pengecoran tingkat dan sekat-sekat dinding perunit.
Durma (52), penghuni lama Blok C, RT 03/11, Rusunawa Tambora mengatakan, pasca pembongkaran rusunawa beberapa waktu lalu dirinya kini terpaksa mengontrak. Ia bersama sejumlah penghuni lama lainnya pun pesimis terhadap pembangunan rusun yang baru berdiri 11 lantai dari 16 lantai di tower A. Sementara di tower B dan C baru mencapai tiga lantai.
Padahal, kata Durma, dalam sosialisasi yang dilakukan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta pada akhir Juni 2013 lalu, pelaksanaan pengerjaan peremajaan bangunan ini akan memakan waktu 17 bulan, dimulai September 2013 hingga November 2014. “Saya berharap pembangunan sesuai target. Sebab kontrakan saya saat ini lebih mahal dari biaya sewa di rusun,” harap Durma, Selasa (25/3).
Kasudin Perumahan dan Gedung Pemda Jakarta Barat, Rokman Lizar mengatakan, pihaknya tetap optimis pembangunan Rusunawa Tambora rampung pada akhir tahun ini. Terlebih, pembangunannya menggunakan anggaran multiyears, dimana pembangunan tetap berjalan meski anggaran 2014 belum turun. “Warga boleh saja pesimis, tapi kami sebagai pelaksana tetap optimis. Kami kebut terus pengerjaanya,” ucapnya.
Dikatakan Rokman, pembangunan rusunawa yang direncanakan mulai pada September 2013 lalu baru dapat dilaksanakan pada November 2013 lantaran proses lelangnya baru selesai Oktober 2013. Proses pembangunannya pun tidak ada kendala yang berarti selain musim hujan pada Januari-Februari 2014 lalu. “Jadi target penyelesaian yang direncanakan pada November 2014 kemungkinan mundur pada Desember 2014. Intinya akhir tahun ini rampung,” tegasnya.
Pembangunan tiga tower sebanyak 16 itu, tambah Rokman, nantinya terdiri dari 549 unit. Para penghuni lama rusun sebanyak 477 unit tetap akan menempatkan kembali rusun baru bertipe 30 itu. Sedangkan sisanya sebanyak 72 unit akan diprioritaskan bagi masyarakat Tambora. “Sisanya itu kami khususkan untuk masyarakat Tambora. Kami akan undi dan saring kembali. Sebab saat ini sudah ada 400 yang mendaftar,” tandas Rokman.
Seperti diketahui, rusunawa Tambora terdiri dari empat blok berlantai empat, berkapasitas 477 unit hunian, dengan ukuran kamar tipe 18. Nantinya akan dibangun menjadi tiga blok rusun berlantai 16, dengan jumlah hunian 549 unit, bertipe 30. Setiap unit nantinya akan mempunyai dua kamar tidur, dapur, kamar mandi dan balkon.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3852
Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan
Selasa, 03 Februari 2026
433
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
738
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026