Antisipasi Kasus Bertambah, Wagub Ariza Apresiasi Dukungan Penyediaan Hotel Isolasi dari Pemerintah Pusat

Reporter : Yudha Peta Ogara | Editor : Erikyanri Maulana | Kamis, 28 Januari 2021 09:21 WIB | Dibaca 857 kali
Antisipasi Kasus Bertambah, Wagub Ariza Apresiasi Dukungan Penyediaan Hotel Isolasi dari Pemerintah Pusat (Foto : Istimewa / Beritajakarta.id)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengapresiasi berbagai dukungan Pemerintah Pusat bagi Pemerintah DKI Jakarta dalam penanganan dan pengendalian wabah COVID-19 di Ibu Kota. Bentuk dukungan tersebut di antaranya penyediaan fasilitas Hotel untuk tempat isolasi mandiri/terkendali bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang terkonfirmasi positif COVID-19, dengan kategori gejala ringan maupun tanpa gejala (asimptomatik), serta akomodasi bagi para tenaga kesehatan.

" Sejak 2020 ada 17 hotel yang digunakan,"

"Kami atas nama Pemprov DKI Jakarta, juga Pak Gubernur dan warga Jakarta berterima kasih kepada Pak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang selama ini memberikan dukungan. Sejak pandemi, atas keputusan Pak Presiden, diperlukan beberapa tempat ruang isolasi mandiri terkendali. Diantaranya di Wisma Atlet dan beberapa Hotel," ujar Wagub Ariza saat mengunjungi tempat isolasi terkendali, Twin Plaza Hotel bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno, pada Rabu malam (27/1).

Dikutip dari Siaran Pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Wagub Ariza pun berharap Pemprov DKI Jakarta terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan dalam mengatasi wabah COVID-19 di Ibu Kota. Salah satunya melalui peningkatan penyediaan fasilitas akomodasi atau hotel sebagai tempat isolasi terkendali di Jakarta, sebagai upaya antisipasi pertambahan kasus. Sebagaimana diketahui, sejak pandemi tahun 2020, pemerintah pusat telah menyediakan FIMK Wisma Atlet dan 17 Hotel. Pemerintah pusat melalui Kemenparekraf bersama Kemenkes RI telah menyediakan fasilitas isolasi terkendali hingga pembiayaannya.

"Sejak 2020 ada 17 hotel yang digunakan, 12 Hotel sebagai tempat akomodasi para tenaga kesehatan yang memang belum diperkenankan pulang ke rumah. Kemudian 5 hotel menjadi tempat isolasi mandiri bagi OTG (orang tanpa gejala). Tentu kami sangat berterima kasih atas dukungan Pak Menteri (Parekraf) dan Pemerintah Pusat. Semoga ke depan bisa ditambah kembali hotel sebagai tempat isolasi mandiri, karena ada peningkatan penyebaran COVID di Jakarta dan sekitarnya. Pak Gubernur juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat, agar bisa membantu meningkatkan fasilitas (isolasi terkendali)," papar Wagub Ariza.

Sementara itu, Menteri Parekraf RI, Sandiaga Uno mengatakan sangat menyambut baik kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta dan pihak terkait lainnya dalam penanganan dan pengendalian COVID-19 di Jakarta. Ia menegaskan pemerintah pusat akan terus meningkatkan kolaborasi serta memberikan dukungan dengan menambah tempat penginapan atau hotel sebagai tempat isolasi terkendali. Untuk tahun 2021 ini, sementara pembiayaan dikelola oleh BNPB. Namun ke depan, pembiayaan akan ditanggung kembali oleh Kemenpekraf dan Kemenkes RI.

"Pemerintah pusat akan melanjutkan, memperluas dan memperbanyak jumlah bantuan kamar untuk nakes, OTG isolasi mandiri dan juga karantina. Memang sementara ini pemerintah akan menampung melalui BNPB. Jadi diajukan ke BNPB apabila ada penambahan. Sementara kami akan menunggu data dari PHRI, Pak Wagub (Pemprov DKI), dan dari Kemenkes, berapa yang diproyeksikan. Agar kami di Kemenprakraf mulai menghitung dan kami akan pastikan dapat memberikan dukungan akomodasi untuk nakes dan isolasi mandiri. Kemenparekraf akan terus meningkatkan jumlah bantuan penanganan COVID-19. Semoga dengan satu kolaborasi yang kolosal ini kita bisa atasi COVID-19," ujar Sandiaga.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariadi Sukamdani menanggapi dengan hal serupa. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang solid dalam mengatasi dampak pandemi COVID-19 di Jakarta. PHRI akan terus mendukung, khususnya terkait penyediaan akomodasi atau fasilitas hotel sebagai tempat isolasi terkendali. Hariadi pun menyatakan PHRI siap menyuplai hotel dengan fasilitas yang layak dan protokol kesehatan yang baik untuk isolasi terkendali bagi para tenaga kesehatan dan warga Jakarta yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan kategori gejala ringan atau tanpa gejala.

"Kami juga sama dengan Pak Wagub, berterima kasih kepada Kementerian Parekraf yang telah mendukung kami dari sektor hotel dan restoran, khususnya tadi menyangkut mengenai masalah sebagai akomodasi dari OTG yang pada 2020 juga disupport ya dari Kemenparekraf dan juga untuk nakes sebagai akomodasi nakes, serta hibah pariwisata yang juga alhamdulillah dengan dukungan Pak Wagub telah dibayarkan kepada sektor hotel dan restoran yang tentunya sangat membantu. Dan juga support kemarin untuk karantina WNA dan WNI yang alhamdulillah juga berjalan dengan baik. Seperti harapan Pak Wagub, semoga di 2021 ini karena melihat angka yang OTG naiknya sangat luar biasa, kami dari hotel sudah siap, berapa pun yang dibutuhkan sebetulnya kami siap," tutur Hariadi.

Perlu diketahui, Twin Plaza Hotel yang menjadi lokasi tinjauan tersebut merupakan salah satu tempat isolasi terkendali di Jakarta. Turut hadir Deputi Pengembangan Destinasi Kemenparekraf RI, Hari Sungkari; Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf RI, Hengky Manurung; Sekjen PHRI, Alan; Dandim 0503 Jakarta Barat, Kolonel Infantri Dadang Ismail Marzuki; Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto; Plt Kepala BPBD DKI Jakarta, Sabdo; Plt Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya; serta Manajemen Twin Hotel.

TOP