Jokowi Minta KPK Awasi APBD DKI

Selasa, 04 Maret 2014 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 3952

jokowi_abraham_samad_kpk_wahyu2.jpg

(Foto: doc)

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk serta mengawasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Pak Abraham, mohon kami dibantu dalam pengawasan karena ini uang (APBD) gede sekali," pinta Jokowi dalam sambutannya, saat penandatangan komitmen dan sosialisasi program pengendalian gratifikasi di lingkungan Pemprov DKI di Balai Agung, Selasa (4/3).

Jokowi berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem transparansi guna menjaga dan mengendalikan gratifikasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. "Dalam setiap kesempatan, saya terus mengingatkan kepada seluruh pegawai agar tidak bermain mata dengan urusan gratifikasi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, komitmen pengendalian gratifikasi di lingkungan Pemprov DKI telah dimulai dari pembenahan sistem pelayanan publik kepada masyarakat. "Kita sudah memulainya dari pajak online kemudian diikuti e-budgeting, e-procurement, e-catalog, e-audit yang terkoneksi dengan BPK, e-IMB, termasuk lelang jabatan. Ini akan terus kita perbaiki sistemnya di masa mendatang," kata mantan Walikota Solo ini.

Ia menegaskan, perubahan nyata dari penerapan sistem transparansi oleh Pemprov DKI terlihat pada lonjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (DKI) dari tahun 2013 ke 2014. "APBD DKI 2014 naik Rp 31 triliun. Saat saya  pertama masuk cuma Rp 41 triliun, tapi sekarang sudah menjadi Rp 72 triliun. Itu uang semua lho. Saat saya menjabat sebagai Walikota Solo hanya pegang uang Rp 5 triliun. Makanya, saya selalu ingatkan untuk berhati-hati membelanjakan itu, saya juga minta Pak Abraham bantu awasi penggunaan APBD DKI," tegasnya.

Ia menambahkan tidak pernah marah kepada pegawai yang tidak menunaikan tugas pelayanan publik kepada masyarakat secara baik. "Saya tidak pernah marah kepada pegawai. Kalau memang saya temukan tidak benar, besoknya langsung tidak ada lagi," tambahnya seraya disambut tawa dan tepuk tangan.

Sekadar diketahui Pemprov DKI menerima penghargaan sebagai pelapor terbanyak dalam soal gratifikasi. Penghargaan yang diserahkan oleh Ketua KPK, Abraham Samad bersamaan acara penandatanganan komitmen dan sosialisasi program pengendalian gratifikasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Selasa pagi. Acara tersebut dihadiri para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para lurah dan camat se-DKI Jakarta.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7056

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4711

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2266

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 894

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2230

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks