Perkembangan COVID-19 di Jakarta Per 13 Januari 2021, 599 Kasus Adalah Akumulasi Data dari RS BUMN

Reporter : Rezki Apriliya Iskandar | Editor : Andry | Rabu, 13 Januari 2021 19:16 WIB | Dibaca 833 kali
Perkembangan COVID-19 di Jakarta Per 13 Januari 2021, 599 Kasus Adalah Akumulasi Data dari RS BUMN (Foto : Istimewa / Beritajakarta.id)

Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi / perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19. 

"Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 114.926 "

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 15.530 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 14.312 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.877 positif dan 11.435 negatif. 

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 3.476 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 599 kasus dari 1 RS BUMN 7 hari terakhir yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 218.001. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 114.926," terangnya seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Rabu (13/1).

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 471 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 19.459 (orang yang masih dirawat / isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 214.728 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 191.635 dengan tingkat kesembuhan 89,2%, dan total 3.634 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,9%. 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 15,1%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,3%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Pada penerapan kembali PSBB masa Transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI. Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari:

• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.

• Selalu jalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5 - 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.

• Seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. 

• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB. Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi.

TOP