Pemprov DKI Mulai Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Rio Sandiputra | Rabu, 25 November 2020 13:55 WIB | Dibaca 2595 kali
Pemprov DKI Mulai Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Foto : Aldi Geri Lumban Tobing / Beritajakarta.id)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) memulai Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

"Upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan oleh pihak tertentu saja, kita semua perlu ambil bagian dan tanggung jawab "

Kegiatan kampanye ini dilaksanakan dalam rangka momentum peringatan Hari Internasional Kekerasan Terhadap Perempuan pada 25 November dan Hari Hak Azasi Manusia Internasional 10 Desember.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta mengambil tema 'Jangan Takut Bicara, Lindungi Perempuan dan Anak' dengan tagline Stop Kekerasan Perempuan dan Anak, Jangan Diam Segera Laporkan, dan Jakarta Tanpa Kekerasan.

Rangkaian kegiatan kampanye diselenggarakan dalam bentuk webinar, penyebarluasan materi kampanye melalui videotron atau infografis pada kanal-kanal informasi Pemprov DKI Jakarta, pembentukan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) DKI Jakarta Jalur Perguruan Tinggi, dan peningkatan partisapasi masyarakat melalui pelaksanaan Lomba Tik Tok.

Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati mengatakan, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini merupakan momentum yang perlu dimanfaatkan untuk menyuarakan dan ikut ambil bagian dalam upaya-upaya untuk mendorong penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

"Upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan oleh pihak tertentu saja, kita semua perlu ambil bagian dan tanggung jawab dengan mengikuti kegiatan ini memperkaya diri dengan informasi yang bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita. Ini juga merupakan salah satu bentuk ikhtiar dan menjadi pahala untuk kita semua," ungkap Fery, saat membuka secara resmi rangkaian kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Rabu (25/11).

Fery berharap, melalui rangkaian kegiatan ini semakin banyak lagi pihak yang ambil bagian dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Dari sisi perempuan dan anak, supaya berani melapor dan menceritakan apa yang dialami supaya jangan sampai kekerasan itu terus berjalan dan terjadi pada kita dan keluarga kita," kata Fery.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Tuty Kusumawati mengatakan, rangkaian kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak ini dilakukan dalam bentuk webinar series dengan narasumber dari civitas akademisi perguruan tinggi.

Dia menambahkan, Dinas PPAPP DKI Jakarta berkolaborasi dengan berbagai perangkat daerah, lembaga kemasyarakatan, lembaga pemerhati perempuan dan anak, serta 10 perguruan tinggi swasta yakni UKI, UHAMKA, Budi Luhur, Unindra, Yarsi, Atmajaya, Universitas MH Thamrin, STIE IPWIJA, STIK Carolus dan Politeknik Karya Husada.

Tema harian dalam webinar series ini meliputi pencegahan kekerasan di tempat publik, anak dan pendidikan di masa pandemi, perempuan dan dunia kerja, pekerja anak, kesehatan reproduksi, keamanan akses Jak Wifi, cerdas bermedia sosial, dan tindak pidana perdagangan orang.

Dengan rangkaian kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk jangan takut bicara, jangan diam dan segera laporkan apabila melihat atau bahkan mengalami tindak kekerasan di lingkungan sekitarnya.

"Karena diam tidak dapat melindungi perempuan dan anak dari kekerasan," tandasnya.

TOP