Rabu, 05 Maret 2014
Reporter: Folmer
Editor: Dunih
4007
(Foto: doc)
Imbas ditemukannya sejumlah bus berkarat buatan Cina, membuat Pemprov DKI kapok membeli bus asal negeri Tirai Bambu tersebut. Rencananya, Pemprov DKI akan beralih menggunakan mesin merek Scania atau Mercedez Benz dan bodi bus dirakit di dalam negeri untuk memenuhi kekurangan angkutan massal di ibu kota.
"Rakit dalam negeri di Astra. Kita mau menggunakan Scania yang bahannya aluminium. Jadi bisa dipakai 10-20 tahun, jatuhnya lebih murah," kata Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rabu (5/3).
Mantan anggota Komisi II DPR itu mengatakan, rencana pembelian armada bus saat ini masih dalam tahap perencanaan. Perkiraan harga bus buatan Swedia (Scania) berkisar antara Rp 4,7 miliar hingga Rp 4,8 miliar per unit, untuk jenis bus gandeng. "Memang harganya lebih mahal dari bus buatan Cina, tapi kualitasnya lebih terjamin," ungkapnya.
Namun, Basuki mengaku masih khawatir jika terjadi lagi kecurangan oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam pengadaan bus. "Bisa saja oknum tersebut menurunkan satuan kualitas bus. Kalau itu terjadi, lebih baik tidak usah beli bus sampai tunggu perubahan, tegasnya.
Sekadar diketahui Pemprov DKI pada tahun 2014 akan melakukan pengadaan bus dalam jumlah besar. Rencananya, Pemprov DKI akan membeli 4.000 bus yang terdiri dari 1.000 bus Transjakarta dan 3.000 bus sedang dengan alokasi anggaran sebesar Rp 5 triliun.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan
Senin, 04 Mei 2026
880
Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL
Senin, 04 Mei 2026
798
Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026
Jumat, 01 Mei 2026
1159
Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga