Djarot: Pengolahan Sampah Harus Berjenjang

Selasa, 24 Februari 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 3465

Djarot: Pengolahan Sampah Harus Berjenjang

(Foto: Erna Martiyanti)

Selain banjir dan macet, sampah juga menjadi salah satu persoalan serius yang harus diselesaikan Pemprov DKI Jakarta. Bagaimana tidak, dalam satu hari saja, sampah di ibu kota mencapai lebih dari 6.000 ton.

Jadi, pengolahan sampah itu harus sudah dilakukan mulai dari rumah tangga, RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota. Ini untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan

Untuk mengatasinya, warga pun diminta dapat memilah sampah sejak awal. Dengan begitu, volume sampah yang dihasilkan diharapkan bisa berkurang dan bisa didaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.    

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat menuturkan, meski Pemprov DKI Jakarta memiliki lahan seluas 180 hektare yang digunakan sebagai tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, namun tidak selamanya sampah yang dihasilkan di ibu kota dibuang ke lokasi tersebut. "Tidak bisa kita terus menerus bergantung dengan Bantar Gebang," ujar Djarot di Balaikota DKI, Selasa (24/2).

Untuk itu, kata Djarot, pengolahan sampah secara berjenjang penting dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota. "Jadi, pengolahan sampah itu harus sudah dilakukan mulai dari rumah tangga, RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota. Ini untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan," kata Djarot.

Tak hanya itu, mantan Walikota Blitar ini juga menginginkan setiap kota administrasi di DKI Jakarta memiliki teknologi pengeolahan sampah menjadi energi. 

Pihaknya, kata Djarot, meminta Dinas Kebersihan DKI Jakarta mensosialisasikan gerakan pengolahan sampah mulai dari tingkat rumah tangga hingga tingkat kota. Pemilahan sampah dapat dilakukan sesuai jenis seperti organik maupun unorganik.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Ediningtyas menambahkan, ke depan permasalahan sampah memang akan ditangani secara bersama dengan melibatkan masyarakat. Hal itu sesuai dengan Perda Nomor 3 tahun 2013 tentang Pengolahan Sampah. "Jadi kita coba untuk memilah sampah secara berjenjang di tahun 2015 ini," kata Tyas, sapaan akrabnya.

BERITA TERKAIT
16 LPS Liar Di Kemayoran Ditutup

16 TPS Liar di Kemayoran Ditutup

Selasa, 24 Februari 2015 4036

Truk Sampah Kerap Mangkal Depan SMPN 71 Dikeluhkan Pelajar

Bau Sampah Ganggu Siswa SMPN 71 Jakpus

Jumat, 20 Februari 2015 8301

 Ribuan Petugas Bersihkan Kali Ciliwung

Ribuan Petugas Bersihkan Kali Ciliwung

Sabtu, 21 Februari 2015 4523

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3941

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 481

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1145

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks