Penjualan Ikan Bandeng Meningkat

Selasa, 17 Februari 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 6843

 Jelang Perayaan Imlek Penjualan Bandeng Meningkat

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Jelang perayaan Imlek, Kamis (19/2) mendatang, permintaan ikan bandeng meningkat sekitar 20 persen. Namun demikian, terjadi penurunan harga dari tahun sebelumnya. Dari biasanya berkisar antara Rp 35 ribu menjadi sekitar Rp 20 ribu.

Dari puluhan sample yang sudah diuji tidak ditemukan positif mengandung formalin. Seperti di Muara Angke, dari 50 yang diuji tidak ada yang mengandung formalin

Di pusat pelelangan dan pasar ikan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, sejak sepekan terakhir permintaan ikan meningkat mencapai rata 1 ton per hari. Sedangkan sebelumnya, rata-rata per hari hanya sekitar 700-800 kilogram.

Salah seorang pedagang ikan, Subekti (30), mengaku, sejak pekan lalu terjadi peningkatan permintaan lebih dari 20 persen. Dari sebelumnya sekitar 700-800 kilogram menjadi rata-rata 1 ton per hari.

"Tapi sayangnya harga malah turun. Dari sebelumnya sekitar Rp 35 ribu per kilogram sekarang cuma Rp 20 ribu per kilogram," ujarnya, Selasa (17/2).

Diduga penurunan harga terjadi akibat kualitas ikan yang menurun saat musim penghujan ini. Sehingga harga dipasaran pun turut menurun.

Menanggapi tingginya permintaan bandeng tersebut, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Sri Haryati, mengaku semakin mengetatkan pengawasan. Sejak pagi hingga sore ini, pihaknya melakukan sidak ke 6 lokasi untuk mengawasi bila ada kandungan formalin pada ikan-ikan yang dijual.

Keenam lokasi tersebut adalah, salah satu supermarket di komplek pertokoan Duta Merlin, Sentra Pelelangan Ikan di Kalibaru, Cilincing, Muara Angke, Pasar Rawa Belong, dan Kepulauan Seribu. Sebanyak 130 sampel ikan bandeng dan sejumlah panganan lain yang marak saat imlek diuji di lab untuk mengetahui apakah mengandung formalin.

"Kita cek keenam lokasi sejak pagi. Totalnya ada 130 sampel, kalau di Muara Angke hanya 50 sample," ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, pelaksanaan pengawasan kali ini sebagai antisipasi beredarnya ikan berformalin saat perayaan imlek. Sebab, biasanya terjadi peningkatan permintaan pasar yang signifikan jelang Imlek.

"Dari puluhan sample yang sudah diuji tidak ditemukan positif mengandung formalin. Seperti di Muara Angke, dari 50 yang diuji tidak ada yang mengandung formalin," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pedagang Aksesori Imlek Mulai Marak

Pedagang Aksesori Imlek Marak

Senin, 16 Februari 2015 5361

Ratusan Pengemis Mulai Padati Vihara Dharma Bhakti

Jelang Imlek, Pengemis Mulai Padati Vihara

Selasa, 17 Februari 2015 4940

Jelang Imlek, Jakpus Razia Ikan & Daging Berformalin

Jelang Imlek, Jakpus Razia Ikan & Daging Berformalin

Selasa, 17 Februari 2015 4975

Jelang Imlek, Rawa Belong Gelar Bazar Bunga

Jelang Imlek, Bazar Bunga Digelar di Rawa Belong

Senin, 16 Februari 2015 5534

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2574

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1212

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 978

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 519

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 430

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks