Anak Korban Banjir di Jaksel Diberi Perlengkapan Sekolah
Sabtu, 01 Maret 2014
Reporter: Rio Sandiputra
Editor: Lopi Kasim
2721
(Foto: doc)
Pasca banjir yang menggenangi beberapa wilayah di DKI Jakarta, sejumlah perlengkapan sekolah anak-anak di lokasi terdampak banjir mengalami hanyut dan rusak. Untuk meringankan beban korban banjir, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan telah menyalurkan bantuan sebanyak 1.300 seragam sekolah kepada anak-anak korban banjir, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Kita sudah diberikan dari dinas, ditambah juga ada tambahan dari CSR beberapa perusahan. Kalau seragam ada 1.300 setel seragam dari SD-SMA yang sudah dibagikan," ujar Sumadi, Kepala Seksi Bantuan Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Sabtu (1/3).
Jumlah tersebut, kata Sumadi, dibagikan kepada anak-anak korban banjir yang membutuhkan di 10 kecamatan yang ada di Jakarta Selatan. Selain seragam, perlengkapan sekolah dan tas juga diberikan. "Ada 975 tas sekolah, dan buku tulis 1.950 buah," ucapnya.
Penyaluran bantuan, lanjut Sumadi, dilakukan berdasarkan data yang diterima pihaknya dari kelurahan setempat. Sehingga bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan. "Jadi kelurahan yang mendata kebutuhan masing-masing anak. Lalu berdasarkan itu, kita serahkan bantuan ke kelurahan untuk dibagikan karena mencegah adanya rebutan," terangnya.
Untuk bantuan ke keluarga yang menjadi korban banjir, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan telah menyalurkan 1.300 paket minyak goreng, 650 dus mie instan, 7.800 kaleng daging ikan kemasan, dan 1.300 kaleng biskuit. "Untuk bersih-bersih kita berikan 1.300 kain pel, dan 1.300 botol cairan antiseptik. Ini untuk mencegah penyakit yang timbul pasca banjir," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel
Senin, 09 Maret 2026
6520
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali
Kamis, 12 Maret 2026
2133
Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa
Kamis, 12 Maret 2026
488
PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik
Minggu, 08 Maret 2026
1169
Pemprov DKI dan BPOM Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan