2 Bulan, 527 Kasus DBD Mencuat di Jaksel

Jumat, 28 Februari 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Dunih 3907

demam_berdarah_jakarta_ilustrasi.jpg

(Foto: doc)

Penyakit demam berdarah dengue (DBD), masih menjadi momok menakutkan bagi warga Jakarta. Termasuk juga Jakarta Selatan. Selama dua bulan terakhir saja, atau sejak Januari hingga 27 Februari 2014 terdapat 527 kasus DBD di wilayah tersebut. Dari jumlah kasus tersebut, Kecamatan Pasar Minggu masih mendominasi dengan 105 kasus.

"Yang terbanyak kedua itu Jagakarsa 84 kasus, ketiga Pancoran 57 kasus, disusul Cilandak 52 kasus, dan Kebayoran Lama 45 kasus. Untuk lainnya di bawah dari jumlah kasus itu," ujar Tri Djoko, Wakil Walikota Jakarta Selatan, saat melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (28/7).

Menurut Tri, banyaknya kasus DBD yang muncul salah satunya akibat lingkungan yang tidak sehat. Sebab, pasca banjir yang menggenangi beberapa wilayah Jakarta Selatan, terdapat titik di mana air tidak mengalir. "Sehingga banyak yang menggenang dan nyamuk itu akhirnya berkembang biak dengan mudah. Terutama di wilayah yang kena banjir," tuturnya.

Hal ini terbukti, karena Kelurahan Pejaten Timur yang merupakan salah satu wilayah langganan banjir dalam periode Januari-Februari ini menjadi kelurahan dengan kasus DBD tertinggi. Di kelurahan tersebut ada 28 kasus, dan disusul Kelurahan Pejaten Barat dengan 22 kasus.

"Kita tetap berupaya untuk mengatasinya dengan memberikan pemahaman DBD yang lebih luas lagi untuk bisa melakukan pola hidup bersih dan sehat, harus kita tanamkan pada masyarakat,” katanya.

Langkah-langkah pengasapan atau fogging pun sudah dilakukan di seluruh wilayah yang terdata berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Untuk siklus pertama Januari pihaknya telah melakukan 176 kali fogging, dan di siklus kedua 175 kali fogging. Sementara di siklus pertama Februari dilakukan 120 kali fogging, dan siklus kedua 118 kali fogging.

"Fogging itu dilakukan setelah melakukan pemeriksaan dan penelitian sumber nyamuknya. Kita menghindarkan melakukan fogging, hanya dilakukan apabila ada kasus. Pencegahan harus diutamakan dengan kegiatan menguras, menutup, dan mengubur (3M) seminggu sekali. Kita tutup siklus mata rantai penyebaran nyamuk aedes aegypti, karena siklus nyamuk ini 10 hari," tandasnya.

Dalam kegiatan PSN itu juga Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memberikan bantuan kepada 44 warga RT 08/06 Kebayoran Lama Utara yang beberapa waktu lalu terkena musibah kebakaran. Bantuan diberikan berupa uang tunai Rp 500 ribu. Dengan bantuan tersebut, diharapkan bisa meringankan penderitaan warga.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7137

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4828

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2184

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2516

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1136

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks