DKI Fokus Bebaskan Delapan Wilayah dari Banjir

Kamis, 12 Februari 2015 Reporter: Andry Editor: Agustian Anas 7678

Kepala Dinas Tata Air DKI, Agus Priyono

(Foto: Wahyu Ginanjar Ramadhan)

Dinas Tata Air DKI Jakarta akan mengoptimalkan pagu anggaran senilai Rp 2,75 triilun untuk membebaskan delapan wilayah rawan banjir yang berada di daerah aliran barat, aliran tengah, dan aliran timur.

Yang kita prioritaskan di aliran barat yakni kawasan Trisakti dan Tarumanegara di depan Jalan S Parman. Kita akan coba, mudah-mudahan banjir bisa terkendali

Kepala Dinas Tata Air DKI, Agus Priyono mengatakan,‎ penanganan banjir di daerah aliran tengah, barat, dan timur menjadi program prioritas jajarannya tahun ini. Di daerah aliran barat, ada tiga wilayah yang akan dibebaskan dari banjir.

"Yang kita prioritaskan di aliran barat yakni kawasan Trisakti dan Tarumanegara di depan Jalan S Parman. Kita akan coba, mudah-mudahan banjir bisa terkendali," kata Agus Priyono, Kamis (12/2).

Selain itu, kata Priyono, wilayah rawan banjirlainnya yang akan dibebaskan yakni kawasan Jelambar. Kawasan tersebut merupakan daerah cekungan yang dikeliling Kali Sekretaris, Kali Angke, dan Kali Grogol. "Wilayah lainnya yang juga akan kita bebaskan dari banjir yaitu kawasan Greenvile, tepatnya di Taman Ratu, Jalan Panjang," jelasnya.

Di aliran tengah, lanjut Agus, pengendalian banjir akan dikonsentrasikan di kawasan Mampang, Kebon Baru, dan Bidara Cina. Khusus di kawasan Mampang, pihaknya berencana membuat sumur resapan dengan jumlah banyak agar ramp off air hujan bisa berkurang. "Daerah Kebon Baru pasti langganan banjir kalau Kali Ciliwung tinggi, begitu juga di Bidara Cina," terangnya.

Agus melanjutkan, di aliran Timur, penanganan banjir difokuskan di kawasan Kelapa Gading Barat dan Cawang. Di kawasan Kelapa Gading Barat, pihaknya akan menambahkan tiga unit pompa di Jalan Boulevard Barat, Artha Gading, dan Saluran Kali Betik. "Selain fokus di delapan daerah tersebut, kita juga bakal terus menormalisasi sungai dari hilir ke hulu‎. Setelah normalisasi kali dan sheetpile rampung, kita langsung lakukan pengerukan," ungkapnya.

Bersamaan dengan itu, ungkap Agus, pihaknya akan membuat folder di wilayah belahan utar‎a Jakarta yang 40 persen wilayahnya merupakan dataran rendah. Sementara di belahan Selatan yang 60 persen wilayahnya memiliki kontur tinggi, bakal dibangun drainase horizontal dan vertikal. "Kita juga akan bangun sumur resapan di beberapa tempat di belahan Selatan," tukasnya.

BERITA TERKAIT
1,2 Juta Kubik Lumpur Diangkat Dari Waduk Pluit

3 Rumah Pompa Pluit Dimaksimalkan Sedot Banjir

Senin, 09 Februari 2015 5873

Kurangi Genangan, Kali Angke Dikeruk

Kurangi Genangan, Kali Angke Dikeruk

Jumat, 06 Februari 2015 4338

warga_ikpn-banjir.jpg

Rp 2,7 Triliun untuk Benahi Drainase di Ibu Kota

Senin, 02 Februari 2015 4391

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2859

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1256

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1046

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1188

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 579

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks