Sabtu, 01 Maret 2014
Reporter: Nurito
Editor: Lopi Kasim
3452
(Foto: doc)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, peristiwa kebakaran yang kerap terjadi di ibu kota, khususnya di daerah padat penduduk banyak disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik lantaran sambungan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu cara yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi hal itu yakni membangun kampung deret.
"Diharapkan dengan pemukiman yang lebih tertata peristiwa kebakaran dapat diatasi," ucap Basuki, usai menjadi inspektur upacara dalam HUT ke-95 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (1/3).
Dikatakan Basuki, untuk mencegah kebakaran di pemukiman kumuh, PLN harus menghentikan penyambungan aliran listrik ke kawasan tersebut. Pihaknya, sudah meminta pada PT PLN untuk menghentikan penyambungan aliran listrik ke kampung kumuh. Rumah-rumah tersebut jelas tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat tanah. Pria yang kerap disapa Ahok itu meminta, penyambungan listrik cukup diberikan pada rumah atau kantor yang jelas surat-suratnya.
"Persoalannya juga PT PLN hanya bertanggung jawab sampai di depan rumah (penyambungan aliran listrik). Setelah itu semuanya terhenti. Kita sudah sampaikan ke PLN dan saat ini sudah tidak menyambungkannya lagi. IMB di pemukiman kumuh itu memang tidak ada, tapi mereka (PT PLN) menilai ini adalah bagian dari pelayanan masyarakat," ujar Basuki.
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengimbau, kepada warga untuk tidak membangun atap rumah yang bersentuhan satu dengan lainnya. Pemprov DKI Jakarta juga sedang mengupayakan pemasangan hidran di kampung deret yang akan dibangun.
Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Subejo menambahkan, pihaknya terus melakukan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi dan penanganan awal jika terjadi kebakaran. Sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dan mencegah kasus kebakaran sehingga api tidak membesar dan merembet.
"Memberdayakan masyarakat, itu salah satu cara untuk menutupi kekurangan personel. Kami juga terus melatih Balakar (barisan relawan kebakaran) yang ada. Saat ini ada 64 anggota Balakar yang ditempatkan di RW rawan kebakaran," kata Subejo.
Ia menyebut, sepanjang 2014 angka kebakaran di DKI Jakarta mencapai 105 kasus. Dari kejadian tersebut, 10 korban jiwa tewas dan 15 korban lainnya mengalami luka-luka. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materi Rp 19,337 miliar.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar
Kamis, 19 Maret 2026
2292
Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan
Kamis, 19 Maret 2026
2217
Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan
Selasa, 17 Maret 2026
1687
Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran
Kamis, 19 Maret 2026
949
DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah