Basuki: Kampung Deret Solusi Atasi Kebakaran

Sabtu, 01 Maret 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 3576

ahok_damkar_ciracas_jaktim_nurito.jpg

(Foto: doc)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, peristiwa kebakaran yang kerap terjadi di ibu kota, khususnya di daerah padat penduduk banyak disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik lantaran sambungan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu cara yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi hal itu yakni membangun kampung deret.

"Diharapkan dengan pemukiman yang lebih tertata peristiwa kebakaran dapat diatasi," ucap Basuki, usai menjadi inspektur upacara dalam HUT ke-95 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (1/3).

Dikatakan Basuki, untuk mencegah kebakaran di pemukiman kumuh, PLN harus menghentikan penyambungan aliran listrik ke kawasan tersebut. Pihaknya, sudah meminta pada PT PLN untuk menghentikan penyambungan aliran listrik ke kampung kumuh. Rumah-rumah tersebut jelas tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat tanah. Pria yang kerap disapa Ahok itu meminta, penyambungan listrik cukup diberikan pada rumah atau kantor yang jelas surat-suratnya.

"Persoalannya juga PT PLN hanya bertanggung jawab sampai di depan rumah (penyambungan aliran listrik). Setelah itu semuanya terhenti. Kita sudah sampaikan ke PLN dan saat ini sudah tidak menyambungkannya lagi. IMB di pemukiman kumuh itu memang tidak ada, tapi mereka (PT PLN) menilai ini adalah bagian dari pelayanan masyarakat," ujar Basuki.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengimbau, kepada warga untuk tidak membangun atap rumah yang bersentuhan satu dengan lainnya. Pemprov DKI Jakarta juga sedang mengupayakan pemasangan hidran di kampung deret yang akan dibangun.

Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Subejo menambahkan, pihaknya terus melakukan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi dan penanganan awal jika terjadi kebakaran. Sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dan mencegah kasus kebakaran sehingga api tidak membesar dan merembet.

"Memberdayakan masyarakat, itu salah satu cara untuk menutupi kekurangan personel. Kami juga terus melatih Balakar (barisan relawan kebakaran) yang ada. Saat ini ada 64 anggota Balakar yang ditempatkan di RW rawan kebakaran," kata Subejo.

Ia menyebut, sepanjang 2014 angka kebakaran di DKI Jakarta mencapai 105 kasus. Dari kejadian tersebut, 10 korban jiwa tewas dan 15 korban lainnya mengalami luka-luka. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materi Rp 19,337 miliar.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9211

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3172

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3602

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1464

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1890

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks