Basuki: Kampung Deret Solusi Atasi Kebakaran

Sabtu, 01 Maret 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 3607

ahok_damkar_ciracas_jaktim_nurito.jpg

(Foto: doc)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, peristiwa kebakaran yang kerap terjadi di ibu kota, khususnya di daerah padat penduduk banyak disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik lantaran sambungan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu cara yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi hal itu yakni membangun kampung deret.

"Diharapkan dengan pemukiman yang lebih tertata peristiwa kebakaran dapat diatasi," ucap Basuki, usai menjadi inspektur upacara dalam HUT ke-95 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (1/3).

Dikatakan Basuki, untuk mencegah kebakaran di pemukiman kumuh, PLN harus menghentikan penyambungan aliran listrik ke kawasan tersebut. Pihaknya, sudah meminta pada PT PLN untuk menghentikan penyambungan aliran listrik ke kampung kumuh. Rumah-rumah tersebut jelas tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat tanah. Pria yang kerap disapa Ahok itu meminta, penyambungan listrik cukup diberikan pada rumah atau kantor yang jelas surat-suratnya.

"Persoalannya juga PT PLN hanya bertanggung jawab sampai di depan rumah (penyambungan aliran listrik). Setelah itu semuanya terhenti. Kita sudah sampaikan ke PLN dan saat ini sudah tidak menyambungkannya lagi. IMB di pemukiman kumuh itu memang tidak ada, tapi mereka (PT PLN) menilai ini adalah bagian dari pelayanan masyarakat," ujar Basuki.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengimbau, kepada warga untuk tidak membangun atap rumah yang bersentuhan satu dengan lainnya. Pemprov DKI Jakarta juga sedang mengupayakan pemasangan hidran di kampung deret yang akan dibangun.

Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Subejo menambahkan, pihaknya terus melakukan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi dan penanganan awal jika terjadi kebakaran. Sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dan mencegah kasus kebakaran sehingga api tidak membesar dan merembet.

"Memberdayakan masyarakat, itu salah satu cara untuk menutupi kekurangan personel. Kami juga terus melatih Balakar (barisan relawan kebakaran) yang ada. Saat ini ada 64 anggota Balakar yang ditempatkan di RW rawan kebakaran," kata Subejo.

Ia menyebut, sepanjang 2014 angka kebakaran di DKI Jakarta mencapai 105 kasus. Dari kejadian tersebut, 10 korban jiwa tewas dan 15 korban lainnya mengalami luka-luka. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materi Rp 19,337 miliar.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2503

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1202

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 962

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 509

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 404

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks