Basuki: Kampung Deret Solusi Atasi Kebakaran

Sabtu, 01 Maret 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 3498

ahok_damkar_ciracas_jaktim_nurito.jpg

(Foto: doc)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, peristiwa kebakaran yang kerap terjadi di ibu kota, khususnya di daerah padat penduduk banyak disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik lantaran sambungan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu cara yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi hal itu yakni membangun kampung deret.

"Diharapkan dengan pemukiman yang lebih tertata peristiwa kebakaran dapat diatasi," ucap Basuki, usai menjadi inspektur upacara dalam HUT ke-95 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (1/3).

Dikatakan Basuki, untuk mencegah kebakaran di pemukiman kumuh, PLN harus menghentikan penyambungan aliran listrik ke kawasan tersebut. Pihaknya, sudah meminta pada PT PLN untuk menghentikan penyambungan aliran listrik ke kampung kumuh. Rumah-rumah tersebut jelas tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat tanah. Pria yang kerap disapa Ahok itu meminta, penyambungan listrik cukup diberikan pada rumah atau kantor yang jelas surat-suratnya.

"Persoalannya juga PT PLN hanya bertanggung jawab sampai di depan rumah (penyambungan aliran listrik). Setelah itu semuanya terhenti. Kita sudah sampaikan ke PLN dan saat ini sudah tidak menyambungkannya lagi. IMB di pemukiman kumuh itu memang tidak ada, tapi mereka (PT PLN) menilai ini adalah bagian dari pelayanan masyarakat," ujar Basuki.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengimbau, kepada warga untuk tidak membangun atap rumah yang bersentuhan satu dengan lainnya. Pemprov DKI Jakarta juga sedang mengupayakan pemasangan hidran di kampung deret yang akan dibangun.

Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Subejo menambahkan, pihaknya terus melakukan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi dan penanganan awal jika terjadi kebakaran. Sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dan mencegah kasus kebakaran sehingga api tidak membesar dan merembet.

"Memberdayakan masyarakat, itu salah satu cara untuk menutupi kekurangan personel. Kami juga terus melatih Balakar (barisan relawan kebakaran) yang ada. Saat ini ada 64 anggota Balakar yang ditempatkan di RW rawan kebakaran," kata Subejo.

Ia menyebut, sepanjang 2014 angka kebakaran di DKI Jakarta mencapai 105 kasus. Dari kejadian tersebut, 10 korban jiwa tewas dan 15 korban lainnya mengalami luka-luka. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materi Rp 19,337 miliar.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis, Jadi 211 RW

Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis

Rabu, 06 Mei 2026 1105

Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 972

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 908

Pajak Kendaraan listrik jati

Pemberian Insentif Kendaraan Listrik Dukung Kampanye Energi Bersih

Selasa, 05 Mei 2026 702

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1254

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks