BI DKI Sebut Kerugian Banjir Jakarta 2020 Lebih Rendah Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya

Selasa, 03 Maret 2020 Reporter: Wuri Setyaningsih Editor: Erikyanri Maulana 8659

BI DKI Jakarta : Kerugian Banjir Jakarta Diawal Tahun Tidak Besar

(Foto: Wuri Setyaningsih)

Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta mencatat banjir yang terjadi di Ibukota sejak 1 Januari 2020 menyebabkan kerugian materiel sebesar Rp 960 miliar.

Setelah dijumlahkan, angkanya kira-kira sekitar Rp 1 triliun, ini paling rendah ketimbang tahun-tahun lalu yang jumlahnya mencapai 10 kali lipatnya,

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, jumlah itu didapat berdasarkan laporan dari berbagai himpunan asosiasi pedagang, maupun pengusaha di Jakarta.

"Kami ini menghitung secara umum, dan menghimpun data dari asosiasi pedagang seperti Aprindo, HIPPI, dan KADIN. Setelah dijumlahkan, angkanya kira-kira sekitar Rp 1 triliun, ini paling rendah ketimbang tahun-tahun lalu yang jumlahnya mencapai 10 kali lipatnya," ujar Ponco, Senin (3/3).

Hamid menjelaskan, kerugian akibat banjir pada Januari 2020 hanya menyentuh angka Rp 960 miliar. Lebih kecil dari kerugian banjir Februari 2015 lalu sebesar Rp 1,5 triliun, Januari-Februari 2014 sebesar Rp 5 triliun, Februari 2007 Rp 8,8 triliun serta atau Februari 2002 Rp 9,8 triliun.

Ponco menuturkan, angka Rp 960 miliar tersebut belum dihitung dengan sektor yang mengalami kerugian lainya seperti perdagangan, transportasi, pergudangan dan logistik, dan badan/jasa keuangan, sehingga apabila ditotal sebesar Rp 1 triliun.

"Banjir kemarin itu ada beberapa bank yang tidak beroperasi, ditambah dengan banyaknya toko ritel yang juga tutup dan aksesnya yang terhambat, total keseluruhanya Rp 1 triliun, tapi ini masih tergolong rendah," ucapnya.

Dampak ekonomi akibat banjir berpengaruh 0,025 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta. Hamid menjelaskan, kerugian kecil dikarenakan banjir cepat surut dan cepat tertangani. Selain itu, teknologi yang cepat memviralkan suatu kejadian memberi kesan positif pada kesiapsiagaan masyarakat.

"Tapi tentu untuk mengantisipasi ini, ke depan kita harus menyiapkan sarana-prasarana yang lebih siap lagi," katanya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Sarman Simanjorang. Menurutnya, banjir pada 1 Januari 2020 dipastikan jauh lebih besar kerugiannya dibandingkan dengan banjir pada 25 Februari kemarin. Sebab, momen Tahun Baru, seharusnya warga bisa menikmati hari libur dengan berpergian ke tempat wisata di Ibukota.

"Karena 1 Januari  tahun baru, jadi banyak pusat destinasi wisata sangat sepi dan kerugiannya tentu sangat besar, kalau sekarang (banjir 25 Februari) kerugiannya tidak lebih besar ketimbang di 1 Januari," tandasnya.






BERITA TERKAIT
Wirausaha Muda Kreative Kawasan Kota Tua Mendapatkan Pelatihan

Wirausaha Muda Kreatif di Kota Tua Dapat Pelatihan Bisnis

Kamis, 20 Februari 2020 2504

Anies Lepas Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai Merah ke 22 Pasar di Jakarta

Anies Lepas Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai Merah ke 22 Pasar di Jakarta

Minggu, 09 Februari 2020 3996

Jelang Akhir Tahun 2019, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Inflasi Stabil dan Pasokan Pangan Tercukupi

Pemprov DKI Jakarta Pastikan Pasokan Pangan Aman Akhir Tahun Ini

Rabu, 11 Desember 2019 2916

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7136

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4827

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2145

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2509

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1132

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks