Mengintip Kesenian Lenong di Sanggar Seni Betawi Bintang Timur

Jumat, 14 Februari 2020 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Andry 11382

 Lenong Preman Jadi Skenario Sanggar Bintang Timur Saat Pementasan

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Kesenian lenong tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Betawi. Tontonan yang menyuguhkan cerita rakyat dengan balutan komedi ini masih menjadi hiburan menarik masyarakat.

Tujuan kami ingin melestarikan budaya Betawi,

Meski belum ditinggalkan penggemarnya, tidak banyak sanggar seni di Jakarta yang menggeluti kesenian ini. Sanggar Seni Betawi Bintang Timur merupakan satu dari sekian banyak sanggar yang masih tetap eksis mempertahankan kesenian lenong Betawi.

Pimpinan Sanggar Seni Betawi Bintang Timur, Muhammad Ridho (46) mengatakan, lenong bisa didefinisikan sebagai teater tradisional atau sandiwara rakyat yang dibawakan dalam dialek dan diiringi musik gambang keromong.

"Lenong dibagi menjadi dua jenis. Ada lenong denes dan lenong preman," ujarnya saat ditemui di sanggarnya yang beralamat di Jalan Swadarma Raya, RT 07/02, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan," Jumat (14/2).

Pria asli Ulujami ini menuturkan, saat membawakan lenong denes, para pemain biasanya mengenakan busana formal dan bahasa lebih santun. Karena lenong tersebut kerap mengangkat cerita tentang kerajaan atau lingkungan bangsawan.

Sementara lenong preman lebih mengisahkan tentang cerita pahlawan Betawi seperti Si Pitung dan Si Jampang yang dibawakan dengan menggunakan bahasa sehari-hari.

"Saat pementasan, lenong preman juga dibuat dengan skenario berisi kritik sosial dan pesan moral," terang Ridho.

Sanggar Seni Betawi Bintang Timur telah berdiri sejak 2013 lalu. Saat ini jumlah anggotanya yang masih aktif di sanggarnya ini mencapai 20 orang.

"20 orang itu terdiri dari  pemain lenong dan pemain musik ," jelas Ridho.

Ia mengungkapkan, kesenian lenong yang digeluti sanggarnya ini biasa tampil dalam acara hajatan. Di luar itu, acara seni dan budaya yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Tujuan kami ingin melestarikan budaya Betawi. Itu kami buktikan dengan latihan lenong secara rutin setiap Minggu pada pukul 16.00," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Nyok Hadir ke Pagelaran Budaya Betawi di Pulau Tidung

Yuk, Kunjungi Pagelaran Budaya Betawi di Pulau Tidung

Kamis, 12 Desember 2019 3453

 Misan Samsuri Buka Pagelaran Lenong di TIM

Misan Samsuri Buka Pagelaran Lenong di TIM

Senin, 09 Desember 2019 3001

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9267

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3231

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3654

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1947

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1515

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks